ESC : ( Tutup Form )

AS Serang Iran, Teheran Balas Target Militer Amerika di Timur Tengah


Kamis, 11  Juni  2026 - 06:08 WIB

AS Serang Iran, Teheran Balas Target Militer Amerika di Timur Tengah
Foto Berita

TEHERAN - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling melancarkan aksi militer pada Rabu (10/6/2026). Serangan dan serangan balasan yang terjadi dalam waktu singkat memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan yang selama ini menjadi salah satu titik panas geopolitik dunia.


Laporan dari berbagai media internasional menyebutkan ledakan terdengar di sejumlah wilayah Iran, terutama di Provinsi Hormozgan yang berada di pesisir selatan negara tersebut. Beberapa lokasi yang dilaporkan terdampak meliputi Pulau Qeshm serta kawasan di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.


Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pihaknya telah melancarkan operasi militer sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS sehari sebelumnya di kawasan Selat Hormuz.


Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut operasi tersebut dilakukan atas arahan Panglima Tertinggi AS dan diklaim sebagai tindakan pertahanan diri.


"Pasukan Amerika mulai melancarkan serangan pertahanan diri terhadap Iran sebagai respons terhadap jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS," demikian pernyataan CENTCOM.


Pihak AS juga menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan respons yang dianggap proporsional terhadap tindakan yang dituduhkan kepada Iran.


Pemerintah Iran langsung bereaksi keras terhadap serangan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam menghadapi aksi militer Amerika.


Melalui pernyataan yang diunggah di media sosial X, Araghchi meminta AS meninggalkan wilayah tersebut jika ingin menghindari konsekuensi lebih lanjut.


Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran siap memberikan respons terhadap setiap ancaman maupun serangan yang ditujukan kepada negaranya.


Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Teheran akan mengambil langkah balasan setelah serangan yang dilakukan AS di wilayah selatan Iran.


Tidak lama setelah serangan AS terjadi, Iran mengumumkan operasi balasan terhadap sejumlah target militer Amerika di kawasan Timur Tengah.


Menurut laporan yang dikutip dari Anadolu Agency, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang puluhan target militer AS yang tersebar di kawasan Teluk.


Selain itu, IRGC menyebut berhasil menembak jatuh drone pengintai MQ-9 Reaper milik AS yang terdeteksi memasuki wilayah udara Iran di Provinsi Bushehr.


Drone MQ-9 Reaper merupakan salah satu aset pengintaian dan serangan jarak jauh yang kerap digunakan militer AS dalam berbagai operasi di Timur Tengah.


IRGC juga mengklaim telah melancarkan serangan drone terhadap fasilitas Armada Kelima AS yang bermarkas di Bahrain pada dini hari waktu setempat.


Dalam pernyataan resminya, IRGC memperingatkan bahwa operasi militer yang lebih besar dapat dilakukan apabila AS terus melanjutkan serangan terhadap Iran.


Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya serta IRGC menyatakan bahwa seluruh operasi yang mereka lakukan merupakan respons langsung atas serangan AS terhadap sejumlah wilayah di Iran selatan.


Beberapa lokasi yang disebut menjadi sasaran serangan Amerika antara lain Jask, Sirik, dan Pulau Qeshm yang berada di dekat Selat Hormuz.


Kawasan tersebut memiliki posisi strategis karena berada di jalur perairan penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi global.


Eskalasi terbaru antara AS dan Iran memicu kekhawatiran internasional mengenai stabilitas keamanan Timur Tengah. Selain berpotensi meningkatkan risiko konflik regional, situasi ini juga dapat memengaruhi keamanan jalur perdagangan global di Selat Hormuz.


Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dan gas dari negara-negara Teluk. Setiap gangguan keamanan di kawasan tersebut berpotensi berdampak terhadap pasokan energi dan perekonomian global.


Hingga saat ini, situasi di kawasan masih terus berkembang dengan berbagai pihak memantau kemungkinan respons lanjutan dari kedua negara.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com