ESC : ( Tutup Form )

BP3MI Kepri Telusuri Video Viral Perempuan yang Mengaku Disekap di Myanmar


Senin, 20  Juli  2026 - 18:19 WIB

BP3MI Kepri Telusuri Video Viral Perempuan yang Mengaku Disekap di Myanmar
Foto Berita

KEPRI - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau tengah melakukan penelusuran terhadap sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, seorang perempuan mengaku berasal dari Tanjungpinang dan menyatakan dirinya menjadi korban penyekapan di wilayah Myawaddy, Myanmar.


Kepala BP3MI Kepulauan Riau, Kombes Pol Imam Riyadi, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai dugaan kasus tersebut. Namun, hingga kini identitas perempuan dalam video serta kebenaran informasi mengenai dugaan penyekapan tersebut masih dalam tahap pemeriksaan.


Langkah awal yang dilakukan BP3MI adalah mencari informasi mengenai keluarga perempuan tersebut di Tanjungpinang. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di Myanmar untuk memastikan kondisi korban dan langkah penanganan berikutnya.


“Informasi yang kami terima masih kami telusuri. Kami sedang mencari keberadaan keluarga yang disebut berada di Tanjungpinang dan akan berkomunikasi dengan perwakilan Indonesia di Myanmar,” ujar Imam, Minggu (19/7/2026).


Berdasarkan informasi sementara yang diterima, perempuan tersebut diduga diminta membayar uang tebusan sekitar Rp220 juta. Meski demikian, pihak berwenang belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut karena penyelidikan masih berlangsung.


Video yang menjadi perhatian publik itu berdurasi sekitar 45 detik. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang perempuan yang memperkenalkan dirinya sebagai Susi bersama perempuan lain bernama Ayu yang disebut berasal dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat.


Keduanya tampak dalam kondisi tangan terikat menggunakan pengikat kabel (cable ties). Perempuan yang mengaku bernama Susi juga memperlihatkan dugaan luka pada bagian kakinya sambil meminta bantuan pemerintah Indonesia agar dapat dipulangkan.


Selain BP3MI Kepri, Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BP2D) Kepulauan Riau turut melakukan koordinasi terkait informasi tersebut.


Kepala BP2D Kepri, Doli Boniara, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri serta BP3MI untuk melakukan pengecekan terhadap identitas perempuan dalam video.


Menurut Doli, pihaknya belum dapat memastikan apakah perempuan tersebut benar merupakan warga Tanjungpinang atau bagian dari masyarakat Kepulauan Riau. Proses verifikasi masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.


Ia juga mengimbau masyarakat yang merasa mengenal perempuan dalam video tersebut atau memiliki informasi mengenai keberadaannya agar segera melapor kepada BP3MI maupun BP2D Kepri.


Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menarik kesimpulan terhadap video yang beredar sebelum proses pemeriksaan resmi selesai dilakukan. Aparat dan instansi terkait masih berupaya memastikan fakta sebenarnya di balik dugaan penyekapan tersebut.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com