
JAKARTA - Pemerintah menyebut kinerja ekonomi Indonesia pada paruh pertama 2026 tetap berada dalam tren positif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,45 persen sepanjang semester I 2026 dan menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN.
Angka tersebut mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Januari-Juni 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Airlangga menilai capaian itu menunjukkan kemampuan Indonesia mempertahankan pertumbuhan di atas level 5 persen dalam beberapa tahun terakhir.
"Dengan pertumbuhan 5,45 persen selama satu semester, posisi Indonesia termasuk yang kuat di kawasan ASEAN. Hanya beberapa negara yang mencatat angka lebih tinggi," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Meski mencatat kinerja positif, pemerintah tetap mewaspadai risiko ekonomi global, terutama akibat ketegangan geopolitik yang dapat berdampak terhadap perdagangan dan investasi.
Untuk menjaga pertumbuhan pada semester II 2026, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan yang bertujuan memperkuat daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi domestik.
Salah satu program yang disiapkan adalah penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram bagi 33,24 juta penerima manfaat. Kebijakan tersebut diharapkan membantu menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi.
Pemerintah juga menyiapkan stimulus sektor transportasi menjelang libur akhir tahun 2026/2027, di antaranya potongan tarif angkutan laut, insentif kepelabuhanan, serta fasilitas pajak untuk tiket pesawat kelas ekonomi.
Selain itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor perumahan akan diperkuat dengan peningkatan anggaran dari Rp37,5 triliun menjadi Rp50 triliun.
Melalui berbagai kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi semester II 2026 tetap berada di jalur asumsi APBN 2026, yakni sekitar 5,4 persen.
Berdasarkan catatan BPS, sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 11,83 persen. Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan paling besar dengan angka 18,62 persen.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |