
WASHINGTON - Upaya memadamkan kebakaran hutan terbesar yang sedang aktif di Amerika Serikat berujung tragedi. Sebuah helikopter yang dikerahkan untuk melawan kobaran api di Utah tengah jatuh di kawasan medan sulit pada Jumat (7/8/2026). Dua petugas pemadam kebakaran di dalam helikopter dilaporkan meninggal dunia.
Helikopter tersebut tengah menjalankan misi pemadaman Kebakaran Widemouth 2 yang meluas di kawasan Hutan Nasional Fishlake dan wilayah permukiman di sekitarnya.
Kecelakaan itu juga menimbulkan titik api baru. Kobaran api yang muncul setelah helikopter jatuh dengan cepat membesar sehingga menyulitkan tim darurat untuk mendekati lokasi.
Sheriff Distrik Sevier, Nathan Curtis, mengatakan kondisi medan membuat akses menuju lokasi kecelakaan sangat berbahaya.
Menurutnya, tidak tersedia jalur yang aman bagi petugas untuk keluar-masuk apabila tim ditempatkan di kawasan tersebut.
Sepanjang Jumat malam, otoritas setempat belum dapat memastikan kondisi pilot dan awak helikopter yang bekerja berdasarkan kontrak dengan Dinas Kehutanan Amerika Serikat.
Kepastian mengenai korban baru diperoleh pada Sabtu (8/8/2026) pagi. Pusat Kebakaran Antarlembaga Nasional kemudian mengonfirmasi kematian dua petugas tersebut melalui laporan hariannya.
Identitas kedua korban belum diumumkan kepada publik. Otoritas juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab helikopter mengalami kecelakaan.
Tim penyelidik dari Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) telah bergerak menuju kawasan tersebut. Namun, mereka masih menunggu kondisi kebakaran cukup aman untuk dapat mencapai titik jatuhnya helikopter.
Dinas Kehutanan AS menyebut situasi masih berkembang dan keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.
Kecelakaan ini menambah daftar korban dari kalangan petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan di wilayah Barat AS sepanjang 2026.
Pada Juni lalu, tiga petugas pemadam kebakaran hutan juga meninggal ketika bertugas menangani kebakaran di perbatasan Utah dan Colorado.
Sehari sebelum insiden helikopter tersebut, seorang operator buldoser dilaporkan tewas saat bekerja menangani kebakaran di Oregon bagian selatan.
Kebakaran Widemouth 2 diduga bermula setelah petir menyambar kawasan tersebut pada 27 Juli.
Dalam waktu singkat, api menyebar ke area yang dipenuhi hutan kering. Hingga kini, kebakaran telah menghanguskan lebih dari 40.000 hektare lahan.
Angin yang berubah-ubah turut membuat pengendalian api semakin sulit. Kondisi medan yang berat juga menjadi tantangan bagi petugas dalam melakukan pemadaman maupun evakuasi.
Jatuhnya helikopter terjadi ketika tim masih berupaya menahan laju kebakaran yang terus berkembang.
Insiden tersebut kini menjadi bagian dari rangkaian kecelakaan fatal yang menimpa personel tanggap darurat selama musim kebakaran hutan yang berlangsung berat di Amerika Serikat pada 2026.
Penyelidikan terhadap kecelakaan helikopter akan dilanjutkan setelah kondisi di sekitar lokasi memungkinkan tim investigasi bekerja secara aman.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |