ESC : ( Tutup Form )

Kemenkes Perkuat Pelacakan Kontak Erat untuk Percepat Eliminasi Tuberkulosis


Jumat, 10  Juli  2026 - 14:36 WIB

Kemenkes Perkuat Pelacakan Kontak Erat untuk Percepat Eliminasi Tuberkulosis
Foto Berita

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperbarui strategi penanganan tuberkulosis (TB) dengan menargetkan pelacakan seluruh kontak erat pasien sebagai langkah memutus penyebaran penyakit tersebut.


Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan keberhasilan pengendalian TB tidak hanya bergantung pada pengobatan pasien yang sudah terdiagnosis, tetapi juga pada upaya menemukan dan melindungi orang-orang yang berisiko tertular di sekitar pasien.


Menurutnya, pendekatan baru ini akan mengutamakan pemeriksaan menyeluruh terhadap keluarga maupun pihak yang memiliki kontak dekat dengan penderita TB. Dengan cara tersebut, kasus baru dapat ditemukan lebih cepat dan penularan dapat ditekan.


Pelaksanaan program akan didukung melalui berbagai layanan, termasuk Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), penggunaan rontgen portabel, serta pemeriksaan cepat. Pemerintah juga melibatkan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, dan kelompok masyarakat agar pelacakan dapat berjalan luas.


Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengendalian TB. Berdasarkan data 2024, Indonesia termasuk negara dengan jumlah kasus TB tinggi di dunia, dengan perkiraan lebih dari satu juta kasus serta puluhan ribu kematian akibat penyakit tersebut.


Kemenkes menetapkan beberapa langkah utama untuk mempercepat eliminasi TB hingga 2030, yaitu memperluas penemuan kasus, memastikan pasien segera mendapatkan pengobatan, memberikan terapi pencegahan bagi kelompok berisiko, serta memperkuat kerja sama hingga tingkat masyarakat.


Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes Asnawi Abdullah menyebut penemuan kasus TB dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan. Namun, pemerintah masih menghadapi hambatan seperti stigma terhadap pasien, akses layanan di wilayah terpencil, serta kepatuhan menjalani pengobatan.


Selain memperkuat pelacakan, Kemenkes juga mendorong pengembangan teknologi kesehatan dalam negeri, termasuk pengembangan PCR-TB, riset vaksin bersama perguruan tinggi, dan peningkatan kapasitas laboratorium mikrobiologi.


Penyintas TB resistan obat, Veronika Jovelina Therik, mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada pasien TB. Ia menegaskan bahwa penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara disiplin dan mendapatkan dukungan lingkungan sekitar.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com