ESC : ( Tutup Form )

Korban Gempa Flores Bertambah Jadi 71 Orang, Hampir 60 Ribu Warga Masih Mengungsi


Kamis, 20  Aagustus  2026 - 16:14 WIB

Korban Gempa Flores Bertambah Jadi 71 Orang, Hampir 60 Ribu Warga Masih Mengungsi
Foto Berita

FLORES - Korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026), bertambah menjadi 71 orang.


Tambahan satu korban tercatat di Kabupaten Nagekeo. Data tersebut disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berto Panjaitan dalam konferensi pers virtual, Rabu (19/8/2026).


“Jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71 yaitu di Kabupaten Nagekeo,” kata Berto.


Gempa utama berpusat di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Aktivitas kegempaan masih berlangsung setelah gempa utama.


Hingga Rabu pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 3.002 gempa susulan dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, 86 gempa susulan dirasakan masyarakat, termasuk 25 kejadian yang memiliki magnitudo 5 atau lebih.


Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih tetap berada di pengungsian. Selain akibat kerusakan rumah, kekhawatiran terhadap gempa susulan menjadi alasan masyarakat belum kembali ke tempat tinggal masing-masing.


BNPB mencatat jumlah pengungsi mencapai 59.647 orang. Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 20.334 orang.


Pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terus disalurkan. Bantuan mencakup makanan, air bersih, tenda atau tempat tinggal sementara, matras, selimut, layanan kesehatan, serta kebutuhan sanitasi dan kebersihan.


Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.


Namun, proses distribusi bantuan menghadapi tantangan karena pengungsi tidak seluruhnya berada di lokasi terpusat. Sebagian warga memilih bertahan di sekitar rumah masing-masing untuk menjaga harta benda dan ternak.


“Penanganan pengungsi tidak hanya dilakukan di satu lokasi terpusat karena banyak masyarakat tersebar di beberapa titik,” ujar Berto.


Di tengah proses penanganan pascabencana, BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa memastikan sumbernya.


Informasi yang tidak jelas dan tidak terverifikasi dikhawatirkan memicu kepanikan, mengganggu penanganan pengungsi, hingga menghambat distribusi bantuan.


BNPB meminta masyarakat mengutamakan informasi resmi dari pemerintah dan lembaga berwenang dalam mengikuti perkembangan kondisi gempa Flores.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com