
CEUTA - Gelombang migran ilegal yang berupaya memasuki wilayah Ceuta, Spanyol, melalui jalur laut kembali menelan korban jiwa. Hingga saat ini, sebanyak 77 orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Peristiwa itu terjadi ketika ribuan migran dari Maroko berusaha menyeberangi perairan menuju wilayah Spanyol. Sebagian besar korban dilaporkan tenggelam saat mencoba melewati penghalang laut di kawasan perbatasan sejak 30 Juli 2026.
Pihak berwenang setempat sebelumnya mencatat jumlah korban sebanyak 75 orang, kemudian bertambah setelah proses pencarian dan identifikasi terus dilakukan.
Tim forensik bersama Garda Sipil Spanyol menemukan 79 jenazah dari laut. Namun, dua jenazah diketahui ditemukan sebelum rangkaian gelombang migrasi tersebut terjadi, sehingga jumlah korban terkait insiden migran tercatat sebanyak 77 orang.
Proses identifikasi terhadap korban masih berlangsung. Para ahli forensik telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh jenazah yang ditemukan dan berhasil mengidentifikasi beberapa korban melalui data sidik jari.
Pemerintah Spanyol menyebut sekitar 70 ribu dari 72 ribu migran yang berhasil mencapai Ceuta telah dikembalikan ke Maroko. Sementara sebagian migran lainnya masih bertahan dengan kondisi yang memprihatinkan karena keterbatasan akses terhadap tempat tinggal, makanan, air bersih, dan fasilitas sanitasi.
Insiden ini turut memicu ketegangan diplomatik antara Spanyol, Maroko, serta sejumlah mitra Uni Eropa terkait penanganan arus migrasi ilegal yang terus meningkat.
Pemerintah Spanyol kini menghadapi tantangan besar untuk menangani persoalan kemanusiaan sekaligus memperketat pengawasan perbatasan guna mencegah kejadian serupa terulang.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |