
KENDARI - Sebanyak 58 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Askar Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para santri sebelumnya dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan pada Jumat (19/9/2026) setelah mengalami keluhan mual dan muntah.
Kondisi sebagian santri yang mendapat perawatan di Puskesmas Lepo-Lepo kini mulai membaik. Puluhan santri yang sebelumnya menjalani penanganan medis juga telah diperbolehkan pulang.
Kepala Puskesmas Lepo-Lepo, Dewi Sultriana, mengatakan sebanyak 22 santri yang sempat mendapat perawatan telah kembali ke rumah dalam kondisi membaik.
“Saat ini tersisa lima orang yang masih dirawat dan kondisi mereka juga mulai membaik, tapi masih butuh observasi karena masih merasa pusing-pusing,” ujar Dewi, Sabtu (20/9/2026).
Lima santri yang masih menjalani perawatan berada dalam kondisi stabil. Namun, tim medis masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi mereka benar-benar pulih sebelum diperbolehkan pulang.
Insiden tersebut membuat keluarga santri berdatangan ke Puskesmas Lepo-Lepo untuk memastikan kondisi anak mereka.
Salah seorang orang tua santri, Hasrul, mengaku khawatir dengan kejadian tersebut. Ia berharap anaknya lebih berhati-hati terhadap makanan yang dikonsumsi, termasuk memperhatikan kondisi lauk sebelum menyantap makanan dari program MBG.
Sementara itu, petugas kesehatan bersama pihak berwenang telah mengambil sampel makanan MBG untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan mual dan muntah yang dialami para santri.
Hingga berita ini ditulis, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia atau pemasok makanan MBG untuk Ponpes Al Askar belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |