
SURABAYA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah mematangkan skema integrasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) ke dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian desa sekaligus mendukung kebutuhan bahan pangan program prioritas nasional tersebut.
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, mengatakan pemerintah menargetkan KDMP menjadi salah satu pemasok utama kebutuhan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.
Menurutnya, transformasi koperasi desa diarahkan untuk menyerap hasil produksi masyarakat lokal, terutama dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang nantinya akan disalurkan ke dapur-dapur MBG.
"Kami berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat mengambil peran strategis sebagai supplier dalam ekosistem program Makan Bergizi Gratis. Saat ini proses persiapan operasional masih terus berjalan," ujar Farida di Surabaya, Kamis (11/6/2026).
Farida menjelaskan integrasi KDMP dengan program MBG akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat desa dan kelurahan. Selain menciptakan pasar yang lebih pasti bagi produk lokal, skema ini juga diyakini mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil dan anggota koperasi.
Menurutnya, program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih merupakan dua program strategis nasional yang memiliki tujuan serupa, yakni mendorong pemerataan ekonomi hingga ke tingkat desa.
"Ketika operasional koperasi desa berjalan secara masif, maka akan disinergikan dengan kebutuhan rantai pasok MBG sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Kemenkop saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan serta Badan Gizi Nasional (BGN).
Pemerintah ingin memastikan kesiapan infrastruktur, distribusi logistik, hingga kapasitas produksi koperasi sebelum terlibat secara penuh dalam penyediaan bahan pangan bagi Program MBG.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi.
Farida menilai Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam pengembangan koperasi nasional. Banyak koperasi di provinsi tersebut yang telah menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, keberhasilan koperasi di Jawa Timur dapat menjadi model pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia.
"Jawa Timur menjadi salah satu pilar koperasi nasional. Banyak koperasi sukses yang berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah dan menjadi contoh bagi wilayah lain," ujarnya.
Pemerintah menargetkan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari sistem distribusi pangan nasional yang terintegrasi.
Dengan dukungan fasilitas logistik dan jaringan distribusi yang lebih baik, KDMP diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap tercipta ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan antara koperasi, pelaku usaha lokal, petani, peternak, dan masyarakat penerima manfaat program MBG.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |