
Suasana di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Iran mengklaim telah meluncurkan serangan ke pangkalan udara Amerika Serikat di Kuwait sebagai balasan atas serangan militer AS di dekat Bandara Bandar Abbas, Iran selatan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut serangan itu sebagai pesan tegas kepada Washington agar tidak kembali melakukan agresi terhadap wilayah Iran. “Agresi tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Jika diulangi, respons kami akan lebih keras,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip Tasnim News Agency, Kamis.
Menurut IRGC, serangan balasan dilakukan beberapa jam setelah AS disebut menyerang titik di sekitar Bandar Abbas menggunakan proyektil udara.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi adanya peluncuran rudal balistik dari Iran menuju Kuwait pada Rabu malam waktu setempat. Namun, rudal tersebut diklaim berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Kuwait sebelum mencapai target.
CENTCOM menyebut tindakan Iran sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati.
Tak hanya itu, Iran juga disebut meluncurkan lima drone serang di sekitar Selat Hormuz. Militer AS mengklaim seluruh drone berhasil dihancurkan sebelum menimbulkan ancaman lebih besar.
Seorang pejabat AS mengatakan operasi yang dilakukan pasukannya bersifat defensif dan bertujuan menjaga stabilitas kawasan. “Tindakan ini dilakukan secara terukur untuk melindungi pasukan dan menjaga gencatan senjata tetap berjalan,” ujarnya kepada Anadolu Agency.
Ketegangan terbaru ini menjadi babak lanjutan dari konflik yang terus membayangi kawasan sejak akhir Februari lalu. Saat itu, AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang kemudian dibalas Teheran dengan rentetan rudal dan drone ke berbagai titik strategis di kawasan Timur Tengah.
Situasi makin rumit setelah Selat Hormuz — jalur penting perdagangan minyak dunia — sempat ditutup akibat eskalasi konflik.
Meski gencatan senjata diberlakukan sejak 8 April melalui mediasi Pakistan, upaya perdamaian hingga kini belum menemukan titik terang. Presiden AS Donald Trump bahkan mengakui belum puas dengan perkembangan situasi terbaru.
“Kami belum puas dengan situasinya, tetapi kami akan menyelesaikannya,” kata Trump.
Memanasnya hubungan Iran dan AS membuat dunia kembali menaruh perhatian besar pada kawasan Teluk yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi titik konflik terbuka dengan dampak global yang luas.
(disway)
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |