
JAKARTA - Sektor pariwisata Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan positif di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 4,68 juta kunjungan, meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa kenaikan ini tidak hanya terjadi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada kontribusi ekonomi. Devisa pariwisata pada kuartal I 2026 tercatat sebesar 4,05 miliar dolar AS atau sekitar Rp68,28 triliun, naik 6,30 persen dibandingkan tahun lalu.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu fokus utama adalah penguatan desa wisata sebagai sarana pemerataan ekonomi.
Kemenpar bersama BPJPH telah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi hingga akhir Mei 2026. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat kepercayaan wisatawan.
Selain itu, program Karisma Event Nusantara juga memberikan dampak ekonomi signifikan. Digelar di 15 provinsi, program ini melibatkan lebih dari 20 ribu pekerja dan hampir 4 ribu UMKM, dengan perputaran ekonomi mencapai lebih dari Rp45,57 miliar.
Widiyanti menegaskan bahwa event daerah bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga ruang penggerak ekonomi rakyat yang melibatkan UMKM, pelaku seni, transportasi, hingga sektor kuliner dan akomodasi.
Kemenpar juga terus memperkuat dukungan ke daerah melalui berbagai program pelatihan, promosi, hingga pengembangan event di 38 provinsi. Ke depan, pemerintah berkomitmen mendorong pariwisata yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan agar manfaatnya semakin merata bagi masyarakat.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |