
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman menegaskan bahwa sektor pariwisata harus menjadi salah satu penggerak utama devisa negara di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas.
Menurutnya, pariwisata merupakan sektor yang paling cepat memutar uang dan memberikan dampak langsung ke masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor jasa lokal.
Gandung menjelaskan bahwa ketika sektor ekspor dan investasi global mengalami tekanan, pariwisata menjadi alternatif yang mampu menjaga stabilitas devisa nasional.
Ia menyebutkan bahwa belanja wisatawan mancanegara (wisman) langsung berdampak pada hotel dan penginapan, transportasi lokal (ojek, taksi), restoran dan kuliner serta UMKM dan pedagang lokal.
Pemerintah menargetkan 16-17,6 juta wisatawan mancanegara pada 2026, dengan potensi devisa mencapai Rp 375-416 triliun.
Selain itu, sektor pariwisata juga didorong untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar melalui event dan aktivitas wisata di berbagai destinasi.
Indonesia memiliki lima destinasi super prioritas yang menjadi fokus pengembangan pariwisata nasional, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Likupang dan Labuan Bajo.
Danau Toba menjadi salah satu destinasi unggulan yang diharapkan terus menarik wisatawan asing.
Selain wisatawan asing, pemerintah juga mendorong penguatan wisata domestik (wisnus) untuk menjaga perputaran ekonomi dalam negeri.
Data menunjukkan perjalanan wisatawan nusantara terus meningkat, sehingga program “Jelajah Indonesia Saja” menjadi salah satu strategi utama penguatan sektor pariwisata nasional.
Meski ada potensi penurunan wisatawan akibat konflik global, DPR menilai Indonesia masih memiliki peluang besar untuk menjaga dan meningkatkan kunjungan wisatawan melalui promosi, keamanan, dan kebijakan pro-pariwisata.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |