
MOSKOW - Rusia melayangkan kritik tajam kepada Prancis, Jerman, dan Inggris terkait sikap ketiga negara tersebut dalam konflik Ukraina. Moskow menilai negara-negara Eropa itu berbicara mengenai perdamaian, tetapi di saat yang sama terus memberikan dukungan militer kepada Ukraina.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Moskow antara Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Galuzin dengan para duta besar Prancis, Jerman, dan Inggris.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa para diplomat Eropa telah menerima penjelasan mengenai kebijakan yang dianggap Moskow sebagai langkah destruktif yang mendorong Ukraina melanjutkan perang melawan Rusia.
Menurut Rusia, bantuan politik dan militer yang terus diberikan negara-negara Barat kepada Kyiv telah memperpanjang konflik yang berlangsung sejak 2022 dan menghambat upaya penyelesaian damai.
"Negara-negara Barat terus mendukung rezim Kyiv sehingga konflik berkepanjangan dan peluang penyelesaian politik menjadi semakin sulit," demikian pernyataan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Pertemuan tersebut berlangsung beberapa hari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menghadiri pertemuan tingkat tinggi di London bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Dalam pertemuan itu, para pemimpin Eropa kembali menyatakan dukungan terhadap usulan Ukraina untuk menggelar pembicaraan langsung dengan Rusia guna mencari jalan keluar dari perang yang telah menimbulkan korban jiwa dan pengungsian dalam jumlah besar.
Namun, Rusia menunjukkan sikap berbeda. Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menolak usulan pertemuan langsung dengan Zelenskyy yang diajukan sebagai bagian dari upaya negosiasi damai.
Di sisi lain, Duta Besar Prancis untuk Rusia Nicolas de Riviere menyebut pertemuan dengan pejabat Rusia berlangsung secara konstruktif dan produktif. Ia mengatakan pihaknya akan menyampaikan penjelasan resmi setelah pembahasan selesai.
Meski demikian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova kembali menegaskan bahwa negara-negara Eropa dinilai tidak konsisten. Menurutnya, seruan perdamaian yang disampaikan tidak sejalan dengan dukungan militer yang terus diberikan kepada Ukraina.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan masih lebarnya jarak antara Rusia dan negara-negara Barat terkait penyelesaian konflik Ukraina. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan yang dapat mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun tersebut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |