
MANILA - Negara-negara anggota ASEAN mendorong penghentian konflik di Timur Tengah yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi kawasan, terutama terhadap keamanan energi dan rantai pasok pangan.
Dorongan tersebut muncul dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Manila, Filipina. Para diplomat kawasan menyoroti pentingnya menjaga jalur pelayaran internasional, khususnya Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.
Dalam rancangan pernyataan bersama, ASEAN menegaskan perlunya penghentian permusuhan secara menyeluruh serta penyelesaian konflik berdasarkan prinsip hukum internasional. Kawasan Asia Tenggara menilai eskalasi konflik Timur Tengah dapat memberikan dampak besar terhadap perdagangan, harga energi, hingga ketahanan pangan.
Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena jalur tersebut merupakan pintu keluar-masuk utama distribusi minyak dari kawasan Teluk. Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di wilayah itu berisiko memicu kenaikan harga energi global dan memberikan tekanan terhadap perekonomian negara-negara yang bergantung pada impor energi.
Pemerintah sejumlah negara ASEAN mulai mewaspadai dampak lanjutan konflik tersebut. Filipina bahkan sebelumnya mengambil langkah darurat di sektor energi setelah kenaikan harga komoditas mulai memberikan tekanan terhadap biaya hidup masyarakat.
Selain membahas krisis Timur Tengah, forum diplomasi ASEAN juga dihadiri sejumlah kekuatan besar dunia, termasuk perwakilan Amerika Serikat, China, dan Rusia. Kehadiran para pejabat tinggi tersebut menjadi momentum untuk membicarakan isu keamanan kawasan, termasuk stabilitas Laut China Selatan.
Perwakilan Amerika Serikat menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kawasan Indo-Pasifik yang aman dan terbuka. Washington menilai keamanan jalur laut internasional menjadi faktor penting bagi perdagangan dan stabilitas ekonomi regional.
Di sisi lain, ASEAN tetap menghadapi persoalan internal, terutama konflik Myanmar yang belum menemukan penyelesaian sejak kudeta militer 2021. Upaya dialog dengan berbagai pihak di Myanmar masih menjadi bagian dari pendekatan diplomasi ASEAN meski mendapat kritik dari sejumlah kelompok masyarakat sipil.
Filipina sebagai tuan rumah menegaskan bahwa komunikasi dengan seluruh pihak yang terlibat konflik merupakan bagian dari upaya mencari solusi damai. Diplomasi dinilai menjadi jalan utama untuk mendorong stabilitas politik Myanmar.
Ketegangan geopolitik global yang terjadi saat ini membuat ASEAN berada pada posisi penting sebagai kawasan yang harus menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, keamanan, dan hubungan internasional.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 680 juta jiwa, negara-negara ASEAN berkepentingan memastikan jalur perdagangan dunia tetap aman, pasokan energi tetap berjalan, serta konflik regional tidak berkembang menjadi krisis yang lebih luas.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |