
JAKARTA - Industri properti dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang penuh tantangan. Komisaris Independen PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) Bambang Soesatyo atau Bamsoet menyebut sektor ini perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional.
Menurut Bamsoet, ketidakpastian geopolitik, perang dagang, perubahan harga energi, hingga perlambatan ekonomi dunia dapat memengaruhi investasi dan daya beli masyarakat. Dalam kondisi tersebut, sektor properti dinilai mampu memberikan dampak luas karena berkaitan dengan banyak bidang usaha.
"Industri properti memiliki efek berganda yang besar karena menggerakkan berbagai sektor pendukung, mulai dari material konstruksi, jasa keuangan, logistik, hingga UMKM," ujar Bamsoet usai menghadiri rapat jajaran komisaris PT Lippo Karawaci Tbk di Tangerang, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, perkembangan industri properti kini tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan hunian, tetapi telah bergerak menuju konsep kawasan terpadu. Pengembangan kota mandiri yang menggabungkan hunian, pusat bisnis, fasilitas kesehatan, pendidikan, serta layanan publik menjadi arah baru pembangunan perkotaan.
Bamsoet mencontohkan PT Lippo Karawaci Tbk yang mengembangkan berbagai ekosistem kawasan melalui proyek township, pusat perbelanjaan, jaringan hotel, hingga layanan kesehatan.
Dari sisi kinerja perusahaan, LPKR mencatat peningkatan laba bersih pada semester I-2026. Meski pendapatan mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih perseroan meningkat menjadi sekitar Rp385 miliar atau tumbuh 179 persen.
Kinerja tersebut didukung oleh nilai pra penjualan yang mencapai Rp3,70 triliun serta EBITDA sebesar Rp754 miliar. Posisi kas perusahaan tercatat sekitar Rp1,41 triliun hingga akhir Juni 2026.
Bamsoet menilai tantangan industri properti ke depan akan semakin berkembang, terutama dengan masuknya teknologi digital, kecerdasan buatan, konsep pembangunan rendah karbon, serta penerapan prinsip keberlanjutan.
Menurutnya, pengembang properti harus mampu menciptakan kawasan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga nyaman, ramah lingkungan, dan mampu menjadi pusat pertumbuhan baru.
"Ke depan, daya saing sektor properti bukan hanya tentang jumlah rumah yang dibangun, tetapi bagaimana menciptakan kawasan yang produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan," katanya.
Ia berharap pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat dapat memperkuat kerja sama agar sektor properti terus berkembang serta memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |