
TEXAS - Banjir bandang kembali melanda wilayah Texas Tengah, Amerika Serikat, setelah Sungai Guadalupe meluap akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari. Dalam kejadian ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Bencana banjir kali ini terjadi di wilayah yang sebelumnya juga pernah mengalami musibah serupa pada musim panas tahun lalu. Saat itu, banjir besar menyebabkan lebih dari 130 orang meninggal dunia.
Badan Cuaca Nasional (NWS) San Antonio memperingatkan bahwa luapan Sungai Guadalupe berpotensi menimbulkan kerusakan besar. Kondisi tersebut disebut sebagai banjir berbahaya dan mengancam keselamatan warga di sekitar aliran sungai.
Sejak Kamis pagi waktu setempat, petugas darurat telah meminta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan untuk segera melakukan evakuasi guna menghindari risiko yang lebih besar.
Tim penyelamat dilaporkan telah melakukan sekitar 80 operasi penyelamatan terhadap warga terdampak. Korban meninggal dipastikan bukan berasal dari kelompok peserta perkemahan yang berada di kawasan tersebut.
Ketinggian air sungai yang meningkat dengan cepat membuat petugas terus melakukan pemantauan karena debit air diperkirakan masih dapat bertambah sepanjang hari.
Peristiwa ini kembali membuka luka lama bagi masyarakat setempat. Pada Juli tahun sebelumnya, banjir bandang di kawasan yang sama menewaskan lebih dari 130 orang, termasuk puluhan anak-anak dan dua pembina dari Camp Mystic, sebuah lokasi perkemahan perempuan di dekat Kerrville.
Pemerintah dan petugas setempat mengimbau warga untuk tetap waspada serta mengikuti arahan evakuasi selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |