ESC : ( Tutup Form )

BPJS Kesehatan Tegaskan Peserta JKN Tak Perlu Khawatir Biaya Layanan yang Ditanggung Program


Sabtu, 29  Aagustus  2026 - 16:23 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Peserta JKN Tak Perlu Khawatir Biaya Layanan yang Ditanggung Program
Foto Berita

BATAM - BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya memberikan perlindungan finansial kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Peserta dipastikan memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar tanpa dibebani biaya tambahan selama layanan tersebut termasuk dalam tanggungan Program JKN.


Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyampaikan hal itu saat mengunjungi Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP Batam), Kepulauan Riau, Jumat (28/8/2026).


Menurut Prihati, JKN tidak hanya berfungsi memberikan akses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga melindungi kondisi keuangan masyarakat dari besarnya biaya pengobatan.


“Ini adalah proteksi finansial, sehingga ke depan BPJS Kesehatan akan selalu menyampaikan pergeseran paradigma dari volume-based to value-based,” kata Prihati.


Dalam kunjungannya, Prihati berdialog secara langsung dengan lima pasien RSBP Batam yang berasal dari beberapa kelompok kepesertaan. Mereka terdiri atas peserta penerima upah, peserta mandiri, serta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).


Ia menggali pengalaman para pasien selama menggunakan layanan rumah sakit, mulai dari kemudahan prosedur, kecepatan pelayanan, hingga kemungkinan adanya perlakuan berbeda berdasarkan jenis kepesertaan.


Dari dialog tersebut, seluruh pasien yang ditemui memberikan tanggapan positif terhadap pelayanan yang diterima.


“Dari lima yang saya tanya, lima-limanya bilang baik, dan lima-limanya menyatakan bahwa BPJS itu sangat-sangat bermanfaat,” ujarnya.


Prihati mengatakan, mendengarkan pengalaman pasien secara langsung menjadi bagian penting untuk memastikan fasilitas kesehatan menjalankan pelayanan sesuai standar serta ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.


Ia juga kembali menekankan bahwa peserta tidak seharusnya mengeluarkan biaya untuk pelayanan yang memang menjadi tanggungan JKN. Perlindungan tersebut dinilai penting karena biaya kesehatan dapat menjadi tekanan ekonomi bagi keluarga, bahkan berpotensi membuat masyarakat jatuh miskin apabila tidak memiliki perlindungan finansial.


“Jadi kita pastikan mereka tidak mengeluarkan uang. Ini adalah proteksi finansial,” katanya.


Selain memastikan perlindungan biaya, BPJS Kesehatan tengah mendorong perubahan pola pembiayaan layanan kesehatan. Sistem yang sebelumnya lebih menitikberatkan pada jumlah pelayanan atau volume-based diarahkan menuju pendekatan berbasis nilai dan kualitas atau value-based.


Prihati menjelaskan, dalam pendekatan tersebut keberhasilan layanan tidak hanya dilihat dari banyaknya tindakan medis yang dilakukan, tetapi juga dari hasil yang diperoleh pasien.


“Value itu adalah pasien sembuh dengan biaya seefisien mungkin,” ujarnya.


Dengan konsep tersebut, BPJS Kesehatan diharapkan tidak sekadar berperan sebagai pihak yang membayar klaim. BPJS juga akan mendorong pemilihan layanan kesehatan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan peserta.


“Jadi kita nanti bukan hanya sebagai pembayar pasif, tetapi pembayar yang memilih kualitas layanan yang sesuai yang dibutuhkan oleh pasien, sehingga pelayanan kesehatan lebih tepat sasaran,” tutur Prihati.


Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan RSBP Batam terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan meski rumah sakit pemerintah juga menghadapi tantangan efisiensi anggaran.


RSBP Batam merupakan rumah sakit rujukan di Kepulauan Riau dengan klasifikasi Tipe B non-pendidikan. Rumah sakit tersebut memiliki kapasitas 200 tempat tidur dan telah meraih akreditasi paripurna.


Dari sisi kinerja, Ariastuty menyebut pendapatan RSBP Batam pada tahun ini mengalami pertumbuhan sebesar 14,13 persen. Peningkatan tersebut antara lain berasal dari layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan.


Namun, ia menilai kenaikan pendapatan tidak semata-mata menunjukkan keberhasilan finansial rumah sakit. Pertumbuhan tersebut juga dianggap mencerminkan peningkatan kinerja pelayanan dan kepercayaan masyarakat.


“Namun kami tidak melihat angka tersebut semata-mata hanya pencapaian finansial, namun mencerminkan meningkatnya organisasi pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap RSBP Batam,” kata Ariastuty.


Menurutnya, meningkatnya kepercayaan publik harus diikuti dengan upaya menjaga serta meningkatkan mutu pelayanan. Karena itu, peningkatan kinerja rumah sakit perlu berjalan bersama dengan penguatan kompetensi tenaga kesehatan, tata kelola yang baik, serta pelayanan yang cepat, mudah, aman, dan manusiawi.


Ariastuty juga menyebut BPJS Kesehatan sebagai salah satu mitra strategis RSBP Batam dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN.


“Karena pada akhirnya, di balik sistem regulasi, di balik klaim, ada pasien dan keluarga yang menaruh harapan kepada kita untuk mendapatkan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com