
HANOI - Vietnam mulai mempertimbangkan perubahan strategi energi dengan membuka peluang pembangunan lebih banyak pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU). Langkah tersebut diambil untuk menjaga kestabilan pasokan energi di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam sebenarnya berupaya mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih. Namun, gangguan terhadap pasokan gas alam cair (LNG) akibat ketegangan geopolitik membuat pemerintah Hanoi kembali melihat batu bara sebagai salah satu pilihan untuk menjamin kebutuhan listrik nasional.
Pemerintah Vietnam menyebut kondisi geopolitik saat ini telah memengaruhi keamanan pasokan LNG. Karena itu, penyesuaian terhadap rencana energi nasional menjadi salah satu opsi yang sedang dikaji, termasuk kemungkinan meningkatkan porsi pembangkit berbahan bakar batu bara.
Sebelumnya, Vietnam menargetkan kapasitas pembangkit berbasis LNG mencapai 22,5 gigawatt pada 2030. Namun realisasi program tersebut masih berjalan lambat karena menghadapi berbagai kendala, seperti regulasi yang belum optimal dan rendahnya minat investasi.
Dalam rencana energi terbaru, Vietnam memperkirakan total kapasitas pembangkit listrik nasional pada 2030 berada di kisaran 183 hingga 236 gigawatt. Porsi pembangkit batu bara diproyeksikan sekitar 13,1-16,9 persen, sementara LNG berada pada kisaran 9,5-12,3 persen dari keseluruhan kapasitas.
Kebutuhan energi Vietnam terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi yang pesat. Pada semester pertama tahun ini, produksi listrik negara tersebut naik 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai 171,5 miliar kilowatt jam.
Data perusahaan listrik negara Vietnam Electricity (EVN) menunjukkan pembangkit berbasis batu bara masih menjadi sumber utama listrik dengan kontribusi sekitar 54,5 persen dari total produksi listrik nasional.
Perubahan kebijakan energi Vietnam menunjukkan bahwa faktor keamanan pasokan masih menjadi pertimbangan utama negara-negara berkembang, terutama ketika terjadi gangguan energi akibat konflik internasional.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |