
BEIRUT - Ketegangan di perbatasan Israel dan Lebanon kembali meningkat setelah militer Israel melancarkan serangan ke wilayah Lebanon bagian selatan pada Kamis (6/8/2026).
Serangan tersebut terjadi setelah Israel mengumumkan dua tentaranya tewas dalam operasi militer di kawasan yang sama. Akibat serangan terbaru itu, sedikitnya satu warga Lebanon dilaporkan meninggal dunia.
Peningkatan konflik berlangsung ketika Israel dan Lebanon tengah menjalani proses pembicaraan keamanan di Roma, Italia, yang difasilitasi oleh Amerika Serikat. Pertemuan tersebut bertujuan menjaga kesepakatan pengamanan perbatasan yang sebelumnya dicapai pada Juni lalu.
Meski terdapat kesepakatan gencatan senjata, Israel tetap mempertahankan aktivitas militernya di wilayah selatan Lebanon. Tel Aviv menyatakan langkah tersebut diperlukan untuk mencegah ancaman dari kelompok Hizbullah yang berada dekat wilayah perbatasannya.
Militer Israel sebelumnya menuding Hizbullah melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. Setelah itu, Israel melaporkan dua tentaranya tewas dan empat lainnya mengalami luka dalam operasi di Lebanon Selatan.
Kematian tersebut menjadi korban pertama dari pihak militer Israel di wilayah Lebanon sejak akhir Juni 2026. Situasi ini kembali memunculkan kekhawatiran bahwa konflik perbatasan dapat kembali meluas meski upaya diplomasi masih berlangsung.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |