
JAKARTA - Chief Executive Officer Indonesia Investment Authority (INA), Oki Ramadhana, menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan investasi sekitar US$ 800 miliar atau setara Rp 14.369 triliun untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2029.
Menurutnya, kebutuhan pendanaan sebesar itu tidak bisa hanya mengandalkan investor domestik. Partisipasi investor asing atau foreign direct investment (FDI) dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Oki menjelaskan bahwa investasi asing dapat mendorong berbagai sektor strategis, mulai dari pengembangan teknologi, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, hingga percepatan pembangunan infrastruktur.
Ia juga menilai Indonesia memiliki daya tarik kuat bagi investor global. Stabilitas ekonomi yang relatif terjaga, pertumbuhan yang berada di atas rata-rata dunia, serta inflasi yang terkendali menjadi faktor pendukung utama.
Dalam sejumlah pertemuan dengan investor internasional, termasuk dari Amerika Serikat, Oki mengungkapkan adanya ketertarikan yang tinggi terhadap peluang investasi di Indonesia, terutama pada sektor infrastruktur dan industri strategis.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |