
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan menggunakan 10 rudal balistik yang menyasar fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Menurut pernyataan IRGC, sasaran serangan tersebut adalah pusat komando dan kendali militer AS di kawasan serta Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania yang digunakan oleh pasukan Amerika. Serangan itu disebut berlangsung pada Kamis di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Aksi tersebut terjadi saat hubungan kedua negara kembali memanas dengan adanya rangkaian serangan balasan yang melibatkan kedua pihak. Situasi ini juga berlangsung ketika kedua negara tengah bersitegang terkait keamanan kawasan, termasuk perebutan pengaruh di sekitar jalur strategis Selat Hormuz.
IRGC memperingatkan bahwa pangkalan militer Amerika lainnya di kawasan Timur Tengah dapat menjadi sasaran apabila Washington kembali melakukan serangan terhadap Iran.
"Jika militer AS kembali melakukan agresi, pangkalan-pangkalan Amerika lainnya di kawasan tidak akan aman dari serangan kami," demikian pernyataan IRGC.
Pusat Komando Amerika Serikat untuk kawasan Timur Tengah diketahui berada di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar. Pemerintah Qatar sebelumnya juga mengeluarkan peringatan keamanan menyusul meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan AS.
Konflik tersebut terjadi bersamaan dengan momentum pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung setelah rangkaian prosesi besar selama hampir sepekan.
Perkembangan terbaru ini menambah kekhawatiran terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah, terutama jika serangan antara Iran dan Amerika Serikat terus berlanjut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |