
TOKYO - Pemerintah Jepang menegaskan perlunya memperkuat kemampuan pertahanan nasional menyusul meningkatnya perhatian terhadap perkembangan militer sejumlah negara di kawasan Asia.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menyebut Tokyo harus mengambil langkah dengan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi setelah evaluasi keamanan terbaru menyoroti aktivitas militer China, Rusia, dan Korea Utara.
Menurut Koizumi, situasi keamanan di kawasan semakin kompleks, terutama dengan meningkatnya kerja sama pertahanan antara beberapa negara yang dianggap berpengaruh terhadap stabilitas regional.
“Jepang perlu memperkuat dan melakukan transformasi kemampuan pertahanan dengan rasa urgensi yang lebih besar dari sebelumnya,” ujar Koizumi dalam pengantar laporan pertahanan tahunan Jepang.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang memang terus meningkatkan anggaran pertahanan, memperkuat kerja sama keamanan dengan negara mitra, serta mengembangkan kemampuan serangan balik sebagai bagian dari strategi pertahanan baru.
Laporan pertahanan terbaru Jepang menyebut aktivitas militer China di sekitar wilayah Jepang semakin meningkat. Tokyo juga mencatat sejumlah insiden yang melibatkan pergerakan kapal dan pesawat militer China dalam beberapa periode terakhir.
Selain China, Jepang juga menyoroti hubungan pertahanan yang semakin dekat antara China-Rusia serta Rusia-Korea Utara yang dinilai dapat memengaruhi dinamika keamanan di kawasan Asia-Pasifik.
Data pemerintah Jepang mencatat, hingga Maret 2026, jet tempur Jepang telah dikerahkan sebanyak 595 kali untuk merespons aktivitas udara asing. Dari jumlah tersebut, 366 pengerahan berkaitan dengan pesawat China dan 214 terkait aktivitas pesawat Rusia.
Meski jumlah tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya, pemerintah Jepang tetap menilai kondisi keamanan regional membutuhkan perhatian serius dan peningkatan kesiapan pertahanan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |