
KINSHASA - Otoritas kesehatan Republik Demokratik Kongo melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 300 penumpang sebuah kapal setelah seorang pria yang diduga terinfeksi virus Ebola meninggal dunia.
Kapal tersebut dihentikan di kawasan Maluku, sekitar 65 kilometer dari Kinshasa, pada Rabu (5/8/2026). Para penumpang kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan untuk memastikan tidak terjadi penularan virus selama perjalanan.
Pemeriksaan dilakukan langsung di atas kapal dengan bantuan laboratorium keliling. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kongo, Body Ilonga Bompoko, mengatakan seluruh penumpang diperiksa suhu tubuhnya dan menjalani skrining klinis.
Dari ratusan orang yang diperiksa, empat penumpang dilaporkan menunjukkan gejala, termasuk demam. Petugas kemudian mengambil sampel mereka untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Hasil tes diharapkan dapat memastikan apakah gejala tersebut berkaitan dengan infeksi Ebola.
Langkah pencegahan ini dilakukan setelah seorang pria berusia 32 tahun di Provinsi Mongala dilaporkan meninggal pada 25 Juli dengan dugaan terinfeksi Ebola. Pria tersebut disebut pernah menggunakan kapal yang kini dihentikan oleh otoritas kesehatan.
Namun, masih terdapat sejumlah informasi yang belum seragam mengenai perjalanan kapal dan pria tersebut. Pejabat setempat masih menyelidiki dari mana kapal berangkat, lokasi pria itu naik, serta kapan gejala penyakit mulai muncul.
Direktur Jenderal Africa CDC, Jean Kaseya, menyebut kapal tersebut berasal dari Provinsi Mongala, bukan Tshopo yang sebelumnya diketahui menjadi lokasi wabah Ebola. Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan Mongala, Eustache Bibala Faray, mengatakan pihaknya masih menelusuri secara pasti lokasi pria tersebut menaiki kapal.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap penumpang, otoritas kesehatan juga mempersiapkan langkah lanjutan untuk mengendalikan penyebaran wabah.
Kaseya menyatakan penggunaan vaksin Ebola akan diperluas. Vaksin yang sebelumnya dikembangkan untuk melindungi dari virus Ebola jenis Zaire diketahui berdasarkan data terbaru juga memberikan perlindungan terhadap spesies Bundibugyo, yang menjadi penyebab wabah kali ini.
Pemerintah Kongo juga berencana meningkatkan penggunaan obat antivirus remdesivir di wilayah yang terdampak. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat penanganan terhadap pasien sekaligus membantu membatasi penyebaran wabah.
Pemeriksaan massal terhadap penumpang kapal menjadi bagian dari upaya pemerintah Kongo mendeteksi kasus sedini mungkin, terutama setelah adanya dugaan paparan Ebola dalam perjalanan kapal tersebut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |