ESC : ( Tutup Form )

Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 2.325 Orang, Jadi yang Terparah dalam Sejarah


Selasa, 18  Aagustus  2026 - 14:47 WIB

Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 2.325 Orang, Jadi yang Terparah dalam Sejarah
Foto Berita

KINSHASA - Wabah Ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo (DRC) telah menewaskan 2.325 orang dari 4.945 kasus terkonfirmasi. Jumlah kematian tersebut menjadi yang tertinggi yang pernah tercatat dalam satu wabah Ebola di negara tersebut.


Data pemerintah Kongo per Senin (17/8/2026) menunjukkan angka kematian terbaru telah melampaui rekor sebelumnya. Pada periode 2018-2020, wabah Ebola di Kongo menyebabkan 2.299 orang meninggal dunia.


Ebola merupakan penyakit menular yang dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Gejalanya antara lain demam, muntah, dan diare. Dalam kondisi berat, penderita dapat mengalami perdarahan internal maupun eksternal.


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggambarkan wabah kali ini sebagai salah satu penyebaran Ebola tercepat yang pernah tercatat. Penyakit tersebut bahkan disebut menyebabkan rata-rata satu kematian setiap sekitar 30 menit di Kongo.


Wabah yang sedang berlangsung merupakan kejadian Ebola ke-17 di Kongo. Kali ini penyakit disebabkan oleh spesies Bundibugyo.


Penyebaran telah terdeteksi di Provinsi Ituri, wilayah timur laut Kongo, sebelum pemerintah secara resmi mengumumkan wabah pada 15 Mei. Dalam perkembangannya, virus tersebut kemudian meluas ke lima provinsi lainnya.


Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan yang secara khusus telah disetujui untuk penyakit tersebut, sehingga pengendalian penyebaran menjadi tantangan besar bagi otoritas kesehatan.


Data pemerintah juga menunjukkan tingkat kematian di antara kasus yang telah dikonfirmasi meningkat cukup tajam. Jika pada awal Juni angkanya berada di sekitar 20 persen, kini telah mencapai 46 persen.


Dengan angka tersebut, hampir separuh kasus Ebola yang telah terkonfirmasi berakhir dengan kematian.


Namun, para ahli menilai kenaikan angka tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa virus menjadi semakin mematikan. Tingginya rasio kematian juga dapat berkaitan dengan keterbatasan dalam pemantauan, keterlambatan deteksi kasus, serta akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.


Secara keseluruhan, Ebola telah menyebabkan lebih dari 15.000 kematian di kawasan Afrika selama lima dekade terakhir. Wabah di Afrika Barat pada 2014-2016 masih menjadi yang paling mematikan, dengan 28.616 kasus dan 11.310 kematian yang tercatat di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com