
LIMA - Politikus Keiko Fujimori resmi memenangkan pemilihan presiden Peru setelah otoritas pemilu negara tersebut mengumumkan hasil akhir kontestasi yang berlangsung ketat dan penuh sengketa.
Keiko Fujimori meraih 50,135 persen suara dalam putaran kedua pemilu yang digelar 7 Juni 2026. Ia unggul tipis atas lawannya, anggota parlemen sayap kiri Roberto Sánchez, yang memperoleh 49,865 persen suara.
Selisih keduanya hanya sekitar 50 ribu suara dari total hampir 18 juta suara yang masuk, menjadikan pemilu ini salah satu yang paling ketat dalam sejarah politik Peru modern.
Dalam pidato kemenangannya, Keiko menyampaikan komitmen untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi negara serta melanjutkan sejumlah program pemerintahan yang dinilai berhasil. Ia juga menyebut kemenangan ini sebagai awal babak baru bagi Peru yang lebih stabil dan berorientasi pada hasil.
Sementara itu, Sánchez menolak mengakui hasil pemilu dan menuding adanya kecurangan, meski belum menyertakan bukti resmi. Ia sebelumnya sempat unggul pada tahap awal penghitungan suara, terutama di wilayah pedesaan.
Di sisi lain, Keiko memperoleh dukungan kuat dari pemilih di ibu kota Lima serta diaspora Peru di luar negeri, yang menjadi faktor penentu kemenangannya.
Hasil pemilu ini kembali menegaskan polarisasi politik yang masih tajam di Peru, yang dalam beberapa tahun terakhir juga dilanda ketidakstabilan pemerintahan dan pergantian presiden yang berulang.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |