
TEHERAN - Situasi keamanan di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian dunia setelah sebuah serangan rudal dilaporkan menargetkan kapal tanker minyak yang sedang melintas di jalur pelayaran strategis tersebut. Insiden yang terjadi pada Senin malam (6/7/2026) memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan dan keamanan pasokan energi global.
Menurut keterangan dua pejabat Amerika Serikat, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) diduga menjadi pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kapal tanker minyak di wilayah perairan dekat Oman. Kedua kapal disebut mengalami kerusakan cukup serius akibat serangan tersebut, meski tidak ada laporan korban jiwa.
Namun, informasi berbeda disampaikan oleh UK Maritime Trade Operations (UKMTO). Lembaga pemantau keamanan maritim tersebut melaporkan bahwa hanya satu kapal tanker yang terkena serangan proyektil tak dikenal saat melintas di Selat Hormuz. Dalam laporannya, UKMTO tidak menyebut pihak tertentu sebagai pelaku serangan.
Berdasarkan laporan tersebut, kapal tanker yang menjadi sasaran mengalami kerusakan pada bagian sisi kiri lambung kapal yang kemudian memicu kebakaran. Kapal itu diketahui sedang berlayar menuju arah selatan ketika insiden terjadi.
Lokasi serangan dilaporkan berada di sekitar perairan sebelah timur Limah, Oman. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran maupun IRGC terkait tuduhan yang disampaikan oleh pejabat Amerika Serikat.
Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah berakhirnya kesepahaman sementara antara Washington dan Teheran yang sebelumnya bertujuan meredakan ketegangan di Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut mencakup pengurangan ancaman terhadap aktivitas pelayaran internasional di kawasan yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.
Berakhirnya masa kesepakatan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa hubungan kedua negara kembali memasuki fase yang lebih tegang. Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya berupaya mendorong agar lalu lintas kapal di Selat Hormuz kembali berjalan normal seperti sebelum konflik meningkat. Namun, usulan tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh Iran.
Teheran diketahui menginginkan pengaturan yang lebih ketat terhadap kapal-kapal yang melintas di sekitar wilayah pantainya. Selain itu, Iran juga disebut mengusulkan penerapan biaya tertentu bagi kapal yang menggunakan jalur pelayaran tersebut, sebuah gagasan yang mendapat penolakan dari Amerika Serikat.
Selat Hormuz memiliki peran vital dalam perdagangan energi internasional karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk menuju pasar global. Oleh sebab itu, setiap gangguan keamanan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas harga energi dunia dan meningkatkan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Hingga saat ini, berbagai pihak masih memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut mengenai pelaku dan motif di balik serangan yang terjadi.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |