
VIENTIANE - Pemerintah Laos terus menjalankan sejumlah kebijakan untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan utang, inflasi, dan kebutuhan investasi yang meningkat.
Dalam pertemuan ekonomi terbaru, pemerintah menegaskan fokus pada reformasi sektor industri, penguatan usaha kecil menengah, serta peningkatan efisiensi perdagangan dan produksi domestik. Langkah ini juga mencakup upaya memperbaiki tata kelola perusahaan negara dan mempercepat modernisasi sistem perdagangan.
Sejumlah laporan lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi Laos tetap berada di kisaran sekitar 4 persen pada 2026, meski masih menghadapi risiko eksternal seperti tekanan global, beban utang publik, dan keterbatasan struktural ekonomi.
Di sisi lain, sektor pariwisata menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan, dengan target jutaan wisatawan asing yang diproyeksikan masuk ke negara tersebut dalam satu tahun, didukung oleh peningkatan konektivitas regional melalui jalur transportasi darat dan rel.
Pemerintah Laos juga memperkuat kerja sama dengan negara mitra di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), termasuk dalam bidang energi, perdagangan, dan infrastruktur lintas batas untuk menjaga stabilitas jangka menengah.
Namun, tantangan seperti ketergantungan pada investasi asing, tekanan nilai mata uang, serta keterbatasan lapangan kerja masih menjadi perhatian utama dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |