
HEBRON - Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat, ditutup untuk masyarakat umum oleh pasukan Israel hingga Kamis (17/9/2026) malam. Penutupan tersebut dilakukan dengan alasan pengamanan perayaan hari raya Yahudi yang diikuti para pemukim.
Kebijakan itu tidak hanya berdampak pada akses masyarakat ke tempat ibadah. Sejumlah aktivitas pendidikan di sekitar masjid juga dilaporkan terganggu setelah pasukan Israel memperketat pemeriksaan dan akses menuju kawasan tersebut.
Direktur Wakaf Hebron Amjad Karajah mengecam penutupan Masjid Ibrahimi. Ia menilai kebijakan tersebut membatasi hak umat Islam untuk beribadah dan mengakses tempat suci mereka.
Menurut laporan kantor berita WAFA yang dikutip ANTARA, pasukan Israel meningkatkan pengamanan di sekitar Masjid Ibrahimi. Sejumlah pos pemeriksaan serta pintu gerbang elektronik menuju kawasan masjid ditutup.
Situasi tersebut turut memengaruhi kegiatan belajar-mengajar. Siswa dan guru disebut mengalami kesulitan untuk mencapai sekolah, sementara aktivitas di SD Putri Al-Faiha’a terganggu dan kegiatan di SD Putra Al-Ibrahimi dihentikan.
Pasukan Israel juga dilaporkan memperkuat penjagaan di sejumlah akses menuju Masjid Ibrahimi guna mengamankan pergerakan pemukim menuju Hebron dan sejumlah situs arkeologi. Beberapa gerbang yang mengarah ke pasar-pasar di kawasan Kota Tua juga ditutup.
Pengetatan tersebut berlangsung bersamaan dengan peningkatan pemeriksaan di pos-pos militer di sekitar Jaber, Al-Salaymeh, Ghaith, dan Wadi Al-Hussein. Kawasan-kawasan itu berada di dekat permukiman Kiryat Arba di sisi timur Hebron.
Menurut laporan tersebut, pembatasan akses selama perayaan hari raya Yahudi turut berdampak pada mobilitas warga Palestina di sejumlah wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |