
JAKARTA - Sektor ekonomi kreatif dipersiapkan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Jakarta di masa depan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, pemerintah daerah, serta industri perbankan memperkuat kolaborasi dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kreatif.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga pertumbuhan ekonomi ibu kota yang pada 2025 tercatat tumbuh 5,21 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp3.926,15 triliun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
OJK menilai sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja melalui inovasi dan peningkatan nilai tambah berbagai produk serta jasa.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang menjadi program unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta. Program tersebut difokuskan untuk memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif agar lebih mudah mengembangkan usahanya.
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK, Nuning Isnainijati, mengatakan keberhasilan pengembangan ekonomi kreatif memerlukan sinergi antara pemerintah, regulator, industri jasa keuangan, dan dunia usaha.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Jakarta, menjadi modal penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan, khususnya pada subsektor penyelenggaraan event.
"Sinergi dan kolaborasi akan terus diperkuat sebagai fondasi implementasi kerja sama yang berkelanjutan dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Jakarta," ujar Nuning, Senin (6/7/2026).
Sebagai bentuk implementasi program, OJK bersama para pemangku kepentingan menggelar seremoni Program Pengembangan Ekonomi Daerah untuk subsektor event dan periklanan yang menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menilai kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam memperkuat transformasi ekonomi ibu kota menuju kota global.
Ia mengatakan Jakarta Kreatif Festival bukan hanya menjadi ruang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga mendorong percepatan digitalisasi transaksi, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
"Kami berharap Jakarta Kreatif Festival 2026 mampu memperkuat langkah Jakarta menjadi kota global yang kreatif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," kata Iwan.
Di tingkat nasional, pemerintah juga terus memperkuat fondasi sektor ekonomi kreatif melalui penyempurnaan data bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Langkah tersebut diharapkan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran sehingga kontribusi ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional terus meningkat.
Dengan dukungan pembiayaan yang semakin luas, kolaborasi antarlembaga, serta penguatan ekosistem usaha, sektor ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |