
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Republik Belarus resmi menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) di bidang kebudayaan. Penandatanganan ini berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, dan disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto serta Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenkov. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya kedua negara.
Menurut Fadli Zon, kebudayaan merupakan salah satu pilar penting dalam hubungan internasional yang dapat memperkuat soft power Indonesia serta mempererat hubungan antarbangsa.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus memperkuat diplomasi budaya sebagai salah satu pilar hubungan internasional,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ruang lingkup kerja sama ini meliputi pengembangan seni pertunjukan, teater, perfilman, pameran museum, festival film internasional, serta peningkatan kapasitas seniman melalui lokakarya dan program residensi. Selain itu, kerja sama juga mencakup pelestarian warisan budaya, seni tradisional, dan kerajinan tangan.
Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, kedua negara akan membentuk Kelompok Kerja Bersama (Joint Working Group) yang bertugas merancang dan mengevaluasi program kerja sama.
MSP ini berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang secara otomatis berdasarkan kesepakatan kedua pihak.
Fadli Zon berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi menghasilkan program nyata yang melibatkan seniman, akademisi, dan komunitas kreatif dari kedua negara.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |