
SANAA - Sedikitnya 17 tentara dan perwira militer Yaman tewas dalam serangan yang dilancarkan kelompok Houthi menggunakan rudal balistik dan drone bermuatan bahan peledak.
Sejumlah personel militer lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Komando Operasi Gabungan Angkatan Bersenjata Yaman menyebut serangan terjadi ketika pasukan pemerintah sedang menjalankan operasi untuk memberantas terorisme, kejahatan terorganisir, serta aktivitas penyelundupan senjata dan narkotika yang dikaitkan dengan kelompok Houthi.
Pemerintah Yaman yang mendapat pengakuan internasional kemudian memerintahkan peningkatan langkah pencegahan agar serangan serupa tidak kembali terjadi. Pemerintah juga menyerukan tindakan balasan yang dinilai mampu memberikan efek jera.
Informasi mengenai jumlah korban tewas tersebut disampaikan sehari setelah Pasukan Darurat pemerintah Yaman melaporkan adanya korban jiwa dan kerusakan material akibat serangkaian serangan Houthi terhadap sejumlah kamp dan unit militer.
Saat laporan awal dirilis, jumlah korban belum diketahui secara pasti.
Sejumlah media lokal Yaman melaporkan bahwa sasaran serangan berada di wilayah Marib dan Hadramawt. Kedua wilayah tersebut menjadi bagian dari area operasi pasukan pemerintah Yaman.
Kelompok Houthi yang mendapat dukungan dari Iran telah menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Serangan terbaru ini menambah ketegangan dalam konflik berkepanjangan di Yaman. Pemerintah Yaman dan kelompok Houthi masih terlibat dalam perseteruan bersenjata, sementara berbagai operasi militer terus dilakukan di sejumlah wilayah.
Penggunaan rudal dan drone dalam serangan tersebut menunjukkan bahwa Houthi masih memiliki kemampuan untuk menyerang posisi pasukan pemerintah dari jarak jauh.
Pemerintah Yaman kini menghadapi tantangan untuk memperkuat keamanan pangkalan dan unit militernya guna mengantisipasi serangan lanjutan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |