PADANG - Di tengah upaya bangkit dari berbagai bencana, pariwisata Sumatera Barat masih menghadapi tantangan yang tidak selalu terlihat secara fisik. Hal ini mengemuka dalam Talkshow “Potensi Pariwisata Sumbar Pascabencana” yang digelar dalam Batigo Fest di Padang.
Para pembicara sepakat. Masalah terbesar bukan hanya soal kerusakan alam atau infrastruktur, tetapi persepsi yang tertinggal di benak masyarakat. Banyak orang masih menganggap daerah terdampak bencana belum aman, meski kondisi di lapangan sudah jauh membaik.
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Lyla Yanwar, menegaskan bahwa sejumlah destinasi sebenarnya sudah kembali hidup. Kawasan ikonik seperti Lembah Anai, jalur menantang Sitinjau Lauik, hingga panorama alam di Solok tetap menawarkan pengalaman wisata yang memikat. Namun tanpa cerita yang tepat, keindahan itu bisa tenggelam oleh stigma.
Karena itu, pemulihan pariwisata kini tidak hanya soal membangun kembali jalan, jembatan, atau fasilitas wisata. Lebih dari itu, dibutuhkan narasi baru yang lebih positif dan meyakinkan. Cerita yang mampu mengembalikan rasa percaya wisatawan bahwa Sumbar tetap aman dan layak dikunjungi.
Di sisi lain, muncul juga refleksi penting dari para pemangku kepentingan tentang apa yang disebut sebagai “bencana peradaban”: ketika nilai, etika, dan kepedulian masyarakat mulai memudar. Hal sederhana seperti membuang sampah sembarangan di kawasan wisata ternyata bisa berdampak besar pada citra daerah.
Para ahli menekankan pentingnya mengembangkan konsep build back better dan resilient tourism, yaitu membangun kembali destinasi dengan standar yang lebih kuat, sekaligus menjadikannya lebih siap menghadapi risiko bencana di masa depan.
Pada akhirnya, talkshow ini meninggalkan pesan yang cukup kuat: kebangkitan pariwisata Sumatera Barat tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada cara bercerita, cara menjaga sikap, dan cara masyarakat memaknai kotanya sendiri.
kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.