
JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan dan menembus level Rp 18.180 per dolar Amerika Serikat (AS), mencatatkan rekor pelemahan terbaru di pasar keuangan. Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis rupiah memiliki peluang besar untuk menguat kembali dalam waktu dekat.
Purbaya mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan pasar valuta asing dan menyerahkan upaya stabilisasi nilai tukar kepada Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter.
"Kami berharap rupiah dapat menguat kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama. Upaya stabilisasi nilai tukar saat ini terus dilakukan oleh Bank Indonesia," ujar Purbaya usai menghadiri pertemuan di Kementerian PPN/Bappenas, Senin (8/6/2026).
Menurut Purbaya, kondisi pasar saat ini masih berada pada fase awal penyesuaian sehingga titik keseimbangan baru nilai tukar rupiah belum dapat dipastikan.
Namun, ia meyakini pelemahan yang terjadi saat ini tidak akan berlangsung terus-menerus. Seiring terbentuknya stabilitas baru di pasar keuangan, peluang penguatan rupiah masih terbuka cukup lebar.
"Pasti tidak akan seperti ini terus. Nantinya akan ditemukan titik stabilitas baru dan di situlah kita akan melihat bagaimana perkembangan ekonomi serta pengawalan anggaran ke depan," jelasnya.
Pada penutupan perdagangan, rupiah tercatat melemah sekitar 0,89 persen terhadap dolar AS hingga menyentuh level Rp 18.180 per dolar AS.
Pelemahan tersebut dipicu oleh masih kuatnya indeks dolar AS yang membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, menghadapi tekanan yang cukup besar.
Kondisi global yang belum stabil serta tingginya permintaan terhadap aset dolar AS juga menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan mata uang Asia.
Di tengah pelemahan rupiah, perhatian pasar kini tertuju pada langkah-langkah yang akan ditempuh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan kepercayaan investor.
Bank sentral memiliki sejumlah instrumen kebijakan moneter yang dapat digunakan untuk meredam volatilitas pasar, termasuk intervensi di pasar valuta asing dan pengelolaan likuiditas.
Meski tantangan global masih besar, pemerintah optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat sehingga mampu mendukung pemulihan nilai tukar rupiah dalam jangka menengah.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |