
GAZA - Iduladha tahun ini datang dengan suasana yang jauh berbeda bagi warga Palestina di Jalur Gaza. Di tengah perang dan blokade yang belum berakhir, gema takbir terdengar lirih di antara puing bangunan dan duka yang masih menyelimuti banyak keluarga.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya warga dapat merayakan Iduladha dengan menyembelih hewan kurban dan berkumpul bersama keluarga, kini banyak masyarakat Gaza hanya bisa menjalani hari raya dengan segala keterbatasan. Hewan kurban nyaris tidak tersedia akibat terganggunya distribusi dan hancurnya banyak peternakan selama konflik berlangsung.
Para pedagang ternak mengaku pasokan hewan terus menurun, sementara harga pakan melonjak tajam. Kondisi itu membuat harga hewan kurban sulit dijangkau masyarakat yang sebagian besar juga kehilangan mata pencaharian akibat perang.
Di berbagai sudut Gaza, warga tetap berusaha menyambut Iduladha dengan sederhana. Anak-anak mengenakan pakaian seadanya, sementara keluarga berkumpul untuk berdoa dan berbagi makanan yang masih tersedia.
Namun di balik suasana hari raya, krisis kemanusiaan masih membayangi. Banyak warga kesulitan mendapatkan makanan, air bersih, hingga layanan kesehatan setelah infrastruktur rusak akibat serangan yang terus terjadi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya memperingatkan bahwa jutaan warga Gaza kini berada dalam ancaman kelaparan dan kekurangan gizi, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Meski hidup dalam keterbatasan, solidaritas untuk Gaza terus berdatangan. Berbagai lembaga kemanusiaan dan organisasi Islam dari sejumlah negara berupaya menyalurkan bantuan pangan serta paket kurban agar warga Palestina tetap bisa merasakan makna Iduladha.
Bagi warga Gaza, Iduladha tahun ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang bertahan hidup, menjaga harapan, dan menguatkan satu sama lain di tengah luka perang yang belum usai.
net
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |