
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat kembali memperbarui laporan jumlah korban militer dalam konflik bersenjata melawan Iran. Data terbaru Pentagon mencatat sebanyak 18 personel militer AS meninggal dunia, sementara 624 lainnya mengalami luka-luka sejak operasi militer dimulai.
Angka tersebut mengalami perubahan setelah sebelumnya Pentagon hanya mencatat 14 tentara AS tewas. Empat nama tambahan kemudian dimasukkan kembali dalam daftar korban setelah dilakukan peninjauan terhadap laporan serangan Iran pada pekan sebelumnya.
Pembaruan data tersebut muncul di tengah sorotan publik dan anggota parlemen Amerika terkait transparansi informasi mengenai jumlah korban perang. Sistem Analisis Korban Pertahanan atau Defense Casualty Analysis System (DCAS) juga menambahkan kategori baru bernama “Overseas Operations” untuk mencatat korban tewas dan luka dalam operasi luar negeri mulai 7 Juli.
Berdasarkan penggabungan data terbaru tersebut dengan laporan korban Operasi Epic Fury, jumlah korban sejak Amerika Serikat memulai operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari tercatat mencapai 18 personel tewas dan 624 terluka.
Jumlah korban luka itu meningkat cukup besar dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat sekitar 482 personel mengalami cedera.
Perubahan angka korban dalam sistem resmi militer AS mendapat perhatian dari media dan sejumlah anggota Kongres. Sebelumnya, jumlah korban justru sempat terlihat menurun dalam sistem DCAS meskipun serangan Iran masih berlangsung.
Sebanyak 12 anggota Partai Demokrat yang tergabung dalam Komite Angkatan Bersenjata Senat kemudian mengirim surat kepada Menteri Perang Pete Hegseth. Mereka meminta penjelasan mengenai alasan perubahan angka korban serta mekanisme pelaporan yang digunakan Pentagon.
Para anggota parlemen tersebut mempertanyakan bagaimana data korban dapat berubah dan meminta pemerintah memberikan informasi yang lebih jelas terkait dampak operasi militer yang berlangsung.
Perang antara Amerika Serikat dan Iran terus menjadi perhatian internasional karena melibatkan operasi militer besar serta serangkaian serangan balasan. Kedua pihak sebelumnya saling melaporkan kerugian akibat konflik yang berlangsung.
Pembaruan data korban dari Pentagon menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam konflik tersebut, sekaligus memicu kembali perdebatan mengenai keterbukaan informasi militer kepada masyarakat.
Hingga kini, pemerintah AS masih melakukan evaluasi terhadap dampak operasi dan kondisi para personel yang mengalami luka dalam konflik tersebut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |