ESC : ( Tutup Form )

Bentrok Antar Komunitas di Nepal Tewaskan Tiga Orang, Pemerintah Serukan Perdamaian


Sabtu, 01  Aagustus  2026 - 12:39 WIB

Bentrok Antar Komunitas di Nepal Tewaskan Tiga Orang, Pemerintah Serukan Perdamaian
Foto Berita

NEPAL - Ketegangan antar kelompok masyarakat di wilayah selatan Nepal memicu kerusuhan yang menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia. Bentrokan yang melibatkan komunitas Hindu dan Muslim tersebut membuat pemerintah memberlakukan pembatasan aktivitas serta menambah pasukan keamanan di sejumlah daerah.


Kerusuhan disebut mulai terjadi sejak akhir pekan lalu dan menjadi salah satu konflik sosial berbasis komunitas yang paling serius dalam beberapa tahun terakhir di Nepal. Kejadian ini berlangsung ketika negara tersebut masih menghadapi dampak dari gejolak politik dan aksi demonstrasi besar sebelumnya.


Presiden Nepal Ramchandra Paudel meminta masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak memperbesar perbedaan antar kelompok. Ia mengajak tokoh politik, organisasi masyarakat, serta seluruh warga untuk mempertahankan toleransi dan keharmonisan sosial.


Perdana Menteri Nepal Balendra Shah juga menyampaikan imbauan agar masyarakat menahan diri. Ia meminta seluruh pihak membantu meredakan situasi serta memastikan keamanan nasional tetap terjaga.


Pemerintah Nepal berjanji akan melakukan penyelidikan secara terbuka terhadap rangkaian kejadian tersebut. Pihak yang terbukti terlibat dalam aksi kekerasan akan diproses sesuai hukum.


Kerusuhan awalnya dilaporkan bermula di Distrik Sunsari setelah terjadi perselisihan saat kegiatan keagamaan yang melibatkan dua kelompok berbeda. Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi bentrokan yang meluas.


Dalam kericuhan tersebut, massa dilaporkan menyerang berbagai fasilitas, termasuk kantor pemerintahan, pusat usaha, dan pos keamanan. Sejumlah bangunan publik juga mengalami kerusakan akibat aksi kekerasan.


Untuk mengendalikan keadaan, pemerintah menerapkan jam malam di beberapa wilayah Nepal bagian selatan. Ratusan aparat keamanan dari kepolisian dan militer dikerahkan untuk membubarkan massa serta mencegah konflik menyebar.


Dalam proses pengamanan, aparat dilaporkan melepaskan tembakan ketika berusaha menghentikan bentrokan. Sejumlah warga menjadi korban, termasuk Om Prakash Mehata yang meninggal setelah terkena tembakan.


Korban lainnya, Jaya Prakash Mehata, juga dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya. Kabar tersebut memicu kemarahan baru dari kelompok tertentu yang kemudian kembali melakukan aksi protes.


Satu korban tambahan dilaporkan berasal dari Distrik Siraha. Pejabat setempat mengonfirmasi adanya korban meninggal akibat rangkaian kerusuhan tersebut.


Nepal merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Hindu, tetapi sejak berakhirnya sistem monarki pada 2008, negara tersebut menetapkan diri sebagai negara sekuler.


Selama bertahun-tahun, Nepal relatif mampu menjaga hubungan antaragama. Namun, munculnya kekerasan terbaru ini menimbulkan kekhawatiran karena dapat memperburuk kondisi sosial dan politik yang masih rentan.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com