
WASHINGTON - Gelombang panas ekstrem melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat dan mengganggu rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan ke-250 pada 4 Juli 2026. Suhu udara yang mendekati rekor tertinggi memaksa sejumlah kegiatan dibatalkan demi keselamatan masyarakat.
Berdasarkan informasi Badan Layanan Cuaca Nasional, sekitar 160 juta warga berada di bawah peringatan panas ekstrem atau sangat panas. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah timur Amerika Serikat.
Di Washington DC, acara perayaan di National Mall sempat ditunda sebelum akhirnya dihentikan karena tingginya risiko kesehatan akibat suhu yang sangat panas. Sejumlah peserta dilaporkan mengalami kelelahan akibat paparan panas dan mendapat penanganan dari tim medis.
Parade Hari Kemerdekaan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pagi di ibu kota juga dibatalkan sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem.
Sementara itu, di New York City, indeks panas mencapai sekitar 41 derajat Celsius pada Jumat siang. Badan cuaca memperkirakan banyak wilayah berpotensi mencatat rekor suhu harian, bahkan rekor bulanan maupun sepanjang masa selama akhir pekan perayaan.
Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala kelelahan akibat panas, seperti pusing, lemas, atau sesak napas.
Gelombang panas yang terjadi bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penyelenggaraan perayaan nasional tahun ini.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |