
MADRID - Spanyol tengah menghadapi dampak serius dari gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Eropa. Otoritas kesehatan melaporkan lebih dari 1.000 orang meninggal dunia akibat gangguan kesehatan yang dipicu suhu tinggi dalam periode cuaca panas terbaru.
Institut Kesehatan Masyarakat Carlos III mencatat sedikitnya 1.028 kematian yang dikaitkan dengan kondisi cuaca panas selama gelombang panas berlangsung. Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Badan meteorologi Spanyol, AEMET, menyebutkan bahwa suhu rata-rata pada paruh pertama tahun ini menjadi yang tertinggi sejak pencatatan data dimulai. Kenaikan suhu tercatat sekitar 1,6 derajat Celsius di atas normal, menjadikan periode tersebut sebagai rekor baru suhu terpanas.
Selain itu, bulan Juni 2026 juga tercatat sebagai salah satu bulan Juni terpanas dalam sejarah Spanyol, dengan suhu mencapai lebih dari 3 derajat Celsius di atas rata-rata normal. Data ini menempatkan beberapa tahun terakhir sebagai periode terpanas yang berulang dalam satu dekade terakhir.
Otoritas meteorologi menilai tren ini sebagai bagian dari pola peningkatan suhu jangka panjang yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit kronis.
Gelombang panas yang terjadi juga memicu peringatan kesehatan publik di berbagai wilayah Eropa, seiring meningkatnya risiko dehidrasi, kelelahan panas, hingga kematian akibat suhu ekstrem.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |