
BENGGALABARAT - Pemerintah negara bagian Benggala Barat, India, menghentikan penyajian telur dalam program makan siang gratis di sekolah dan menggantinya dengan menu vegetarian. Kebijakan tersebut diterapkan setelah pemerintahan baru yang dipimpin Partai Bharatiya Janata (BJP) mendorong penyediaan makanan berbasis nabati.
Sebagai pengganti telur yang sebelumnya diberikan satu kali setiap pekan, siswa kini menerima menu seperti potongan kedelai, keju cottage, dan lentil. Program makan siang tersebut dikelola oleh ISKCON (International Society for Krishna Consciousness), organisasi yang hanya menyediakan makanan vegetarian.
Perubahan menu ini memunculkan kekhawatiran di kalangan guru. Mereka menilai makan siang gratis, terutama saat telur disajikan, menjadi salah satu faktor yang mendorong kehadiran siswa di sekolah. Sejumlah guru mengaku jumlah murid biasanya lebih banyak pada hari pembagian telur.
Di sisi lain, ISKCON menyatakan kebutuhan gizi anak tetap akan terpenuhi melalui sumber protein dan vitamin dari menu vegetarian. Namun, sebagian ahli gizi berpendapat bahwa telur merupakan salah satu sumber protein berkualitas tinggi yang sulit digantikan sepenuhnya.
Mantan Ketua Menteri Benggala Barat, Mamata Banerjee, turut mengkritik kebijakan tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat. Hingga kini, perdebatan mengenai perubahan menu makan sekolah masih berlangsung dan menyoroti keseimbangan antara kebijakan, budaya, serta kebutuhan gizi anak.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |