
NEWDELHI - Otoritas India terus mendalami kasus enam warga negara asing yang diduga terlibat dalam aktivitas mendukung kelompok pemberontak di Myanmar. Mereka terdiri atas lima warga Ukraina dan seorang warga Amerika Serikat yang ditangkap oleh Badan Investigasi Nasional (NIA) pada Maret 2026.
Keenamnya didakwa memberikan dukungan kepada kelompok bersenjata di Myanmar, termasuk dugaan penyediaan persenjataan. Seorang warga Ukraina lainnya yang turut ditangkap dalam kasus yang sama juga masih menjalani proses hukum.
Dalam sidang di Pengadilan Delhi, Jumat (3/7/2026), keenam tersangka diperintahkan tetap menjalani penahanan hingga 1 Agustus 2026. Mereka juga menyetujui permintaan penyidik untuk pengambilan sampel suara sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Sementara itu, satu tersangka warga Ukraina lainnya dijadwalkan menjalani sidang terpisah terkait pengambilan sampel suara.
NIA juga mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk memperpanjang masa penyelidikan hingga 180 hari berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Kegiatan Melanggar Hukum, yang menjadi dasar penanganan kasus-kasus terorisme di India.
Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap dugaan keterlibatan para tersangka dalam jaringan yang mendukung kelompok pemberontak di wilayah perbatasan India dan Myanmar.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |