
KYIV - Ibu Kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan besar-besaran Rusia pada Senin (6/7/2026) pagi. Rentetan rudal balistik dan drone menghantam sejumlah kawasan permukiman, menyebabkan sedikitnya delapan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Serangan terjadi hanya beberapa hari menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki yang dijadwalkan dihadiri para pemimpin negara anggota, termasuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Berdasarkan laporan media Ukraina, ledakan terdengar di berbagai penjuru pusat kota sejak dini hari. Sirene peringatan serangan udara berbunyi berulang kali, memaksa ribuan warga bergegas menuju bunker dan tempat perlindungan bawah tanah.
Serangan gabungan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak itu mengakibatkan sejumlah bangunan tempat tinggal rusak berat. Beberapa gedung bertingkat mengalami keruntuhan sebagian, sementara kebakaran dilaporkan muncul di sejumlah distrik akibat hantaman proyektil.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melalui akun Telegram resminya mengatakan tim penyelamat terus bekerja mengevakuasi warga yang terjebak di dalam bangunan, termasuk anak-anak yang berada di lantai atas sebuah apartemen di Distrik Podilskyi.
Menurutnya, operasi pencarian masih berlangsung karena diduga masih terdapat korban yang tertimbun puing-puing bangunan.
Layanan darurat Ukraina mengerahkan puluhan personel penyelamat, petugas medis, dan pemadam kebakaran ke berbagai lokasi terdampak untuk menangani korban sekaligus memadamkan api.
Beberapa jam sebelum serangan terjadi, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, telah memperingatkan bahwa Rusia tengah mempersiapkan gelombang serangan baru berskala besar terhadap wilayah negaranya.
Serangan terbaru ini terjadi tidak lama setelah serangan besar Rusia ke Kyiv pada pekan lalu yang menewaskan sekitar 30 orang. Insiden tersebut menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap ibu kota Ukraina sejak perang pecah pada Februari 2022.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Rusia terkait serangan terbaru tersebut. Sementara itu, otoritas Ukraina terus melakukan pendataan terhadap jumlah korban dan kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan.
Pengamat menilai meningkatnya intensitas serangan Rusia menjelang berlangsungnya KTT NATO berpotensi menjadi sinyal meningkatnya tekanan militer di tengah upaya negara-negara Barat memperkuat dukungan terhadap Ukraina. Situasi keamanan di Kyiv pun masih dinilai sangat rawan, dengan ancaman serangan lanjutan yang sewaktu-waktu dapat kembali terjadi.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |