
KYIV- Sedikitnya 27 orang tewas setelah serangan drone Rusia menghantam sebuah fasilitas penyimpanan amunisi di wilayah pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu waktu setempat.
Serangan tersebut terjadi di Desa Myla, Distrik Bucha, wilayah Kyiv. Drone yang menghantam lokasi memicu ledakan besar setelah mengenai gudang yang menyimpan material peledak dan amunisi.
Ledakan susulan menyebabkan kerusakan parah di kawasan sekitar. Sedikitnya 50 rumah warga dan sejumlah fasilitas publik dilaporkan terdampak akibat insiden tersebut.
Gubernur Militer Wilayah Kyiv Tymur Tkachenko menyebut salah satu korban tewas adalah Taras Didych, Wali Kota Dmytrivska. Puluhan warga lainnya juga menjadi korban dalam serangan yang terjadi di tengah meningkatnya intensitas konflik Rusia-Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam keberadaan fasilitas penyimpanan amunisi yang berada dekat kawasan permukiman. Ia kemudian memerintahkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Pemerintah Ukraina juga menyoroti dugaan kelalaian dalam pengelolaan gudang. Aparat kejaksaan kini memeriksa izin operasional perusahaan pengelola serta kemungkinan adanya pelanggaran terkait penyimpanan bahan peledak di dekat permukiman warga.
Serangan jarak jauh antara Rusia dan Ukraina memang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Sasaran serangan kedua pihak antara lain fasilitas logistik, depot energi, serta sejumlah infrastruktur strategis.
Insiden di Myla menambah daftar korban sipil dalam konflik yang masih berlangsung. Penyelidikan pemerintah Ukraina diharapkan dapat mengungkap apakah ledakan besar tersebut semata akibat serangan drone atau turut dipicu pelanggaran standar keselamatan dalam penyimpanan amunisi.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |