
AFRIKA TENGAH - Jumlah kasus Ebola yang terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo dan Uganda terus meningkat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan total 471 kasus terkonfirmasi dengan 84 kematian hingga Sabtu (6/6/2026).
Di Republik Demokratik Kongo tercatat 452 kasus dengan 82 kematian, sedangkan Uganda melaporkan 19 kasus dan dua kematian. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari sebelumnya, dengan tambahan sekitar 100 kasus dan 20 kematian.
WHO memperingatkan bahwa wabah ini berpotensi menjadi salah satu epidemi Ebola terbesar dalam sejarah jika tidak segera dikendalikan. Lembaga tersebut telah menetapkan wabah ini sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional.
Menurut pejabat senior CDC, Jason Asher, sejumlah model epidemiologi menunjukkan wabah saat ini dapat mendekati skala epidemi Ebola Afrika Barat pada 2014 apabila tidak diimbangi dengan intervensi kesehatan masyarakat yang kuat.
Wabah terbaru disebabkan oleh strain Bundibugyo Ebola, varian langka yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun pengobatan yang disetujui. Para ahli meyakini virus telah menyebar selama beberapa waktu sebelum terdeteksi secara resmi pada pertengahan Mei.
Untuk memperkuat respons, WHO bersama Africa CDC meluncurkan rencana pendanaan sebesar US$518 juta yang akan digunakan selama enam bulan ke depan. Dana tersebut akan mendukung pengawasan penyakit, pengujian laboratorium, serta upaya pencegahan dan pengendalian infeksi.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa Ebola merupakan wabah serius yang dapat dikendalikan melalui respons cepat, koordinasi yang baik, dan kerja sama internasional yang kuat.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |