ESC : ( Tutup Form )

AS Tawarkan Imbalan Rp179 Miliar untuk Informasi Kelompok Peretas yang Targetkan WhatsApp dan Signal


Rabu, 01  Juli  2026 - 05:46 WIB

AS Tawarkan Imbalan Rp179 Miliar untuk Informasi Kelompok Peretas yang Targetkan WhatsApp dan Signal
Foto Berita

JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga US$10 juta atau sekitar Rp179 miliar bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi yang membantu mengidentifikasi maupun menemukan anggota kelompok peretas asal Rusia yang diduga berada di balik serangkaian serangan siber terhadap akun WhatsApp dan Signal milik pejabat penting.


Program pemberian imbalan tersebut merupakan bagian dari Rewards for Justice (RFJ) yang dikelola Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. Program ini bertujuan mengumpulkan informasi mengenai pelaku serangan siber asing yang mengancam keamanan nasional serta infrastruktur penting Amerika Serikat.


Dalam pengumuman yang disampaikan pada 30 Juni 2026, pemerintah AS menyebut dua kelompok yang menjadi target pencarian, yakni UNC5792 dan UNC4221. Keduanya diduga memiliki keterkaitan dengan badan keamanan dan militer Rusia.


Menurut otoritas AS, kelompok UNC5792 diduga berafiliasi dengan Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), sementara UNC4221 disebut menjalankan operasi atas nama militer Rusia. Kedua kelompok tersebut dituding telah melancarkan kampanye siber yang menargetkan ribuan akun milik pejabat pemerintahan, personel militer, diplomat, hingga jurnalis.


Pemerintah AS menjelaskan bahwa para peretas menggunakan metode phishing dengan menyamar sebagai petugas layanan pelanggan Signal. Mereka menghubungi calon korban melalui pesan langsung dan mengarahkan pengguna untuk melakukan proses verifikasi dua langkah.


Melalui modus tersebut, korban dibujuk agar menyerahkan informasi penting, termasuk kunci cadangan data akun. Jika korban mengikuti instruksi tersebut, pelaku dapat menghubungkan perangkat mereka ke akun korban atau bahkan mengambil alih akun sepenuhnya sehingga dapat mengakses isi komunikasi pribadi.


Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa sistem keamanan dan teknologi enkripsi yang digunakan oleh WhatsApp maupun Signal tidak berhasil ditembus. Serangan yang terjadi lebih mengandalkan rekayasa sosial dengan memanfaatkan kelengahan pengguna.


Oleh karena itu, pengguna diimbau untuk selalu waspada terhadap pesan yang mengatasnamakan layanan pelanggan. Signal menegaskan bahwa tim dukungan resmi hanya akan menghubungi pengguna melalui alamat email perusahaan dan tidak pernah meminta kode verifikasi, tautan pemulihan akun, maupun informasi sensitif lainnya melalui aplikasi percakapan.


Pemerintah AS berharap masyarakat yang memiliki informasi mengenai aktivitas maupun identitas kelompok peretas tersebut dapat menyampaikannya melalui program Rewards for Justice guna membantu proses penyelidikan dan penegakan hukum internasional.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com