
TANATORAJA - Jumlah siswa dan guru sekolah menengah pertama (SMP) yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, bertambah menjadi 165 orang.
Data Satgas MBG Tana Toraja hingga Jumat (4/9/2026) pukul 16.30 Wita mencatat, 22 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara 143 orang lainnya telah diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan sebagai pasien rawat jalan.
Para korban sebelumnya mengalami sejumlah keluhan gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan program MBG. Mereka berasal dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale.
Sebanyak 84 pasien sempat mendapat perawatan di RSUD Lakipadada. Dari jumlah tersebut, sembilan orang masih menjalani rawat inap, sedangkan 75 lainnya telah dipulangkan.
Di RS Sinar Kasih, terdapat 50 korban yang mendapat perawatan. Sebanyak 43 pasien sudah diperbolehkan pulang dan tujuh lainnya masih menjalani perawatan.
Sementara itu, RS Fatima menangani 49 korban. Sebanyak enam orang masih dirawat, sedangkan 43 pasien lainnya telah dipulangkan.
Sekretaris Daerah Tana Toraja sekaligus Ketua Satgas MBG Tator, Rudhy Andi Lolo, mengatakan kondisi korban yang masih dirawat secara umum cukup baik dan terus menunjukkan perkembangan positif.
"Semua kondisinya baik-baik saja," kata Rudhy, Jumat (4/9/2026).
Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru tersebut hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga telah membahas persoalan tersebut dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Tana Toraja.
Dalam rapat tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makale Batupapan 1 yang menjadi penyedia makanan MBG turut dimintai keterangan. DPRD kemudian merekomendasikan agar operasional SPPG yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut dihentikan sementara.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi, membenarkan adanya penghentian operasional tersebut. SPPG Batupapan dijadwalkan tidak beroperasi selama 30 hari sejak surat penghentian diterbitkan pada 3 September 2026.
Selain menghentikan operasional, pihak terkait juga melakukan asesmen terhadap 47 karyawan SPPG Batupapan. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk mengetahui kondisi serta kesiapan tenaga yang terlibat dalam penyediaan makanan MBG.
Kasus ini bermula pada Kamis (3/9/2026), ketika sejumlah siswa dan guru dari SMPN 1 dan SMPN 2 Makale mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Gejala yang dilaporkan antara lain mual, muntah, dan diare.
Hingga kini, penyebab pasti munculnya gejala tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Pemerintah daerah memastikan kondisi para korban terus dipantau.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |