
VIETNAM - Grab menghadapi seruan boikot dari sejumlah pengemudi di Vietnam yang memprotes kenaikan biaya layanan dan potongan pendapatan.
Dilansir CNA, Jumat (11/9/2026), para pengemudi menyerukan rekan-rekan mereka untuk berhenti menerima pesanan pada Sabtu dan Minggu sebagai bentuk protes. Seruan tersebut disampaikan melalui media sosial, termasuk grup Komunitas Pengemudi Grab Vietnam yang memiliki sekitar 169.000 anggota.
"Mari kita semua bersatu, matikan aplikasi untuk menuntut keadilan," tulis salah seorang pengemudi.
Para pengemudi mengklaim perubahan struktur pembayaran Grab sejak Juli membuat potongan pendapatan kini dapat mencapai 50 persen dari tarif perjalanan.
Akibatnya, pengemudi sepeda motor disebut hanya memperoleh pendapatan bersih sekitar 2.600 dong atau sekitar Rp1.700 per kilometer. Sementara pengemudi mobil memperoleh sekitar 6.000 dong atau Rp4.000 per kilometer. Penghasilan tersebut belum dikurangi biaya bahan bakar, perawatan, dan penyusutan kendaraan.
Menanggapi aksi tersebut, Grab mengatakan sedang berupaya menjaga operasional layanan tetap stabil sekaligus berdialog dengan komunitas pengemudi.
"Kami sedang berinteraksi dengan komunitas pengemudi kami untuk mendengarkan kekhawatiran dan mengklarifikasi informasi yang salah," kata Grab dalam pernyataannya.
Grab merupakan salah satu perusahaan layanan transportasi daring terbesar di Vietnam. Selain transportasi, perusahaan tersebut juga menyediakan layanan pesan-antar makanan dan berbagai layanan digital lainnya.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |