
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi 5.000 mahasiswa yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan kebijakan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan meski kondisi ekonomi keluarga terdampak bencana.
Program pembebasan UKT tahap awal diberikan kepada 5.000 mahasiswa berdasarkan data yang telah diterima kementerian. Pemerintah membuka kemungkinan memperpanjang bantuan tersebut hingga satu semester berikutnya apabila kondisi masih membutuhkan.
Selain mahasiswa yang berada di wilayah terdampak, Kemdiktisaintek juga menyatakan siap memberikan dukungan kepada keluarga mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah bencana.
Dalam penanganan dampak gempa, kementerian berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan masyarakat.
Perguruan tinggi juga dilibatkan dalam upaya tanggap bencana. Universitas Nusa Cendana (Undana), misalnya, telah melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak.
Sementara itu, Universitas Mataram (Unram) memberikan bantuan berupa penyediaan air, pembersihan rumah warga, pembangunan fasilitas sanitasi darurat, hingga dukungan untuk dapur umum.
Universitas Airlangga (Unair) turut mengirimkan tenaga medis, termasuk dokter spesialis bedah ortopedi, serta Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga ke Manggarai Timur untuk membantu penanganan korban gempa.
Brian mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi dalam respons bencana tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan kampus diperlukan agar bantuan pendidikan sekaligus dukungan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang terdampak.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |