
MOSKOW - Sebuah bus yang membawa penumpang menjadi sasaran serangan di wilayah Lugansk, Ukraina timur, yang saat ini berada di bawah kendali Rusia. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya delapan orang.
Pemimpin pemerintahan yang ditunjuk Rusia di Lugansk, Leonid Pasechnik, mengatakan bus itu membawa 15 penumpang ketika diserang dalam perjalanan dari Lysychansk menuju Stakhanov.
Menurut Pasechnik, delapan orang meninggal di lokasi kejadian. Seorang perempuan berusia 20 tahun kemudian dilaporkan meninggal saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pasechnik menuding Ukraina berada di balik serangan tersebut dan menyebut insiden itu sebagai tindakan yang tergolong kejahatan perang. Namun, informasi mengenai serangan tersebut berasal dari pihak Rusia dan belum ada keterangan independen yang mengonfirmasi seluruh detailnya.
Lugansk merupakan salah satu wilayah di Ukraina timur yang telah dikuasai Rusia. Kawasan tersebut masih menjadi bagian dari konflik berkepanjangan antara Moskow dan Kyiv.
Pertempuran Rusia-Ukraina memasuki tahun kelima pada 2026. Serangan dari kedua pihak masih terjadi, baik di kawasan dekat garis depan maupun sejumlah wilayah yang berada jauh dari medan pertempuran.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya memperingatkan meningkatnya jumlah korban sipil akibat eskalasi serangan.
Sementara itu, upaya diplomatik untuk menghentikan perang yang dimediasi Amerika Serikat belum menghasilkan terobosan berarti. Pembicaraan damai dilaporkan mengalami kebuntuan di tengah perbedaan tuntutan antara Rusia dan Ukraina.
Kremlin juga masih mempertahankan tuntutannya terkait wilayah di Ukraina timur, sementara Kyiv terus menolak kehilangan wilayahnya.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |