
JAKARTA - Sekitar 29.000 unit rumah tapak dan apartemen siap huni tersedia di Jakarta dan wilayah sekitarnya. Stok tersebut merupakan hunian komersial yang ditawarkan dengan harga mulai sekitar Rp200 juta.
Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta Arvin F Iskandar mengatakan jumlah tersebut diperoleh berdasarkan penelitian yang dilakukan REI bersama konsultan properti Colliers.
Menurut Arvin, hunian yang masuk dalam pendataan bukan merupakan properti bermasalah atau tidak laku. Unit-unit tersebut merupakan stok siap huni dari pengembang yang tergabung dalam REI.
Harga hunian yang tersedia berada pada kisaran Rp200 juta hingga Rp600 juta per unit. REI juga memastikan unit yang ditawarkan tidak memiliki persoalan perizinan.
Untuk memperluas akses pembelian, REI Jakarta menggandeng sejumlah pihak, termasuk Dinas Perumahan Provinsi DKI Jakarta, BPJS, dan Kantor Wilayah terkait.
Program tersebut menawarkan skema pembiayaan yang ditujukan terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah. Suku bunga KPR dirancang tetap di kisaran 5-7 persen.
Tenor pembiayaan maksimal 20 tahun untuk apartemen dan hingga 25 tahun untuk rumah tapak. Sementara uang muka ditetapkan sebesar 1 persen.
Namun, program tersebut memiliki sejumlah persyaratan. Calon pembeli harus memiliki KTP Jakarta dan memilih hunian yang berada di wilayah Ibu Kota. Properti yang dibeli juga harus menjadi rumah pertama.
Batas penghasilan calon pembeli ditetapkan maksimal Rp14 juta per bulan untuk kategori masyarakat berpenghasilan tengah.
Program mulai berjalan pada Kamis (27/8/2026) dan direncanakan berlangsung hingga akhir tahun. REI Jakarta menargetkan sedikitnya 20 persen dari stok yang tersedia, atau sekitar 5.800 unit, dapat terserap hingga penghujung 2026.
Informasi mengenai daftar rumah dan apartemen yang mengikuti program dapat diperoleh melalui REI Jakarta atau dengan menghubungi pengembang yang menjadi anggota REI Jakarta.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |