
KUDUS - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan 121 guru dari 43 sekolah sebagai fasilitator nasional dalam pengembangan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM).
Para guru tersebut nantinya memiliki peran penting dalam mendampingi dan meningkatkan kemampuan guru lainnya agar penerapan pembelajaran STEM dapat diperluas ke berbagai jenjang pendidikan.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan pengembangan program tersebut dilakukan melalui pembentukan jejaring fasilitator yang terdiri dari tingkat nasional, daerah, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Menurutnya, pola tersebut diharapkan mampu membangun lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu secara lebih kuat.
“Melalui pembekalan ini, guru diharapkan bukan hanya memahami materi, tetapi juga dapat menciptakan proses belajar yang relevan, inspiratif, dan memberikan dampak nyata bagi murid,” ujar Nunuk saat Peluncuran Program STEM Nasional di PAUD Terpadu Kalirejo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis.
Ia menjelaskan, proses pembekalan bagi calon fasilitator nasional telah berlangsung sejak Januari hingga Juli 2026. Selama periode tersebut, peserta memperoleh sejumlah materi yang berkaitan dengan pelaksanaan program STEM.
Materi yang diberikan antara lain pengembangan Learning Management System (LMS), penyamaan pemahaman mengenai penerapan pembelajaran STEM nasional pada setiap jenjang, pengelolaan administrasi kelas, serta penyempurnaan sistem manajemen pembelajaran.
Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, para fasilitator nasional akan diterjunkan untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru lainnya.
“Pada Agustus sampai September, fasilitator nasional akan melatih 1.636 guru yang berasal dari 58 sekolah,” jelas Nunuk.
Dalam proses rekrutmen peserta, Kemendikdasmen menerapkan komposisi yang memadukan guru dengan latar belakang bidang MIPA maupun non-MIPA. Pola tersebut diterapkan untuk mendorong pembelajaran STEM yang melibatkan berbagai bidang keilmuan.
Penguatan program tidak hanya dilakukan melalui pelatihan fasilitator. Kemendikdasmen juga menyiapkan pelatihan teknis, program beasiswa micro-credential, serta lokakarya STEM yang mencakup berbagai jenjang pendidikan.
Pelaksanaan sejumlah program tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Monash University, Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel in Science (SEAQIS), serta Korea National University of Education.
Melalui rangkaian program tersebut, Kemendikdasmen menargetkan semakin banyak guru memiliki kemampuan untuk menerapkan pendekatan STEM dalam pembelajaran sehingga pengalaman belajar siswa menjadi lebih kontekstual dan terintegrasi.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |